Topics Covered: Gibran dorong literasi AI inklusif hadapi disrupsi digital
Gibran Dorong Literasi AI Inklusif untuk Hadapi Disrupsi Digital
Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan urgensi penerapan literasi kecerdasan buatan (AI) secara merata di berbagai kalangan masyarakat, guna menghadapi perubahan digital yang semakin cepat. Pernyataan ini diungkapkan saat bertemu dengan delegasi Merapi National Economic Forum 2026 di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, pada hari Kamis. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap adaptif serta inklusif menghadapi era transformasi digital, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
Komitmen Pemerintah dalam Persiapan Transisi Digital
Direktur Eksekutif Merapi National Economic Forum, Sergie Althaf Amir, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menggali strategi mendukung literasi teknologi di seluruh lapisan masyarakat. “Arahan yang disampaikan menekankan perlunya pendidikan terus-menerus kepada seluruh masyarakat mengenai AI,” katanya usai pertemuan. Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang pesat memaksa semua elemen masyarakat untuk siap beradaptasi, tanpa terkecuali.
Kepada ANTARA, Sergie mengatakan bahwa dalam beberapa tahun mendatang akan terjadi perubahan besar dalam dunia teknologi, yaitu revolusi digital. “Semua kalangan, baik generasi tua maupun generasi muda, harus paham dan bisa memanfaatkan kemajuan AI,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam menyiapkan masyarakat.
“Arahan yang kita dapatkan adalah untuk terus mengedukasi seluruh masyarakat tentang AI,” kata Direktur Eksekutif Merapi National Economic Forum Sergie Althaf Amir usai pertemuan itu.
Potensi Dampak AI terhadap Lapangan Pekerjaan
Dalam diskusi, juga dibahas kemungkinan pengaruh AI terhadap pasar tenaga kerja. Sergie menyoroti perlunya langkah-langkah untuk mengurangi risiko yang mungkin muncul. “Pertemuan ini membahas bagaimana AI bisa mengubah sektor kerja, termasuk strategi penyesuaian sejak awal,” tuturnya. Ia berharap program edukasi yang dirancang akan membantu masyarakat memahami perubahan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Merapi National Economic Forum telah merancang berbagai inisiatif pendidikan. “Kita ingin menghadirkan program pelatihan di berbagai universitas dan acara wicara yang membahas pemanfaatan AI secara bijak,” ujarnya. Tujuannya adalah memastikan semua kalangan bisa mengikuti perkembangan teknologi ini.
Langkah Mitigasi yang Direncanakan
Audiensi dengan Gibran menunjukkan dukungan Wapres terhadap upaya meningkatkan literasi AI secara menyeluruh. Upaya ini dianggap penting untuk menghindari ketimpangan dalam pemanfaatan teknologi. “Dengan literasi yang inklusif, transformasi digital tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberi manfaat luas bagi seluruh masyarakat,” kata Sergie. Ia menekankan bahwa keberhasilan adaptasi teknologi bergantung pada pemahaman yang merata.