Visit Agenda: Satgas PRR percepat pemulihan infrastruktur pascabencana Sumatera
Satgas PRR Mempercepat Pemulihan Infrastruktur Pasca-Bencana di Sumatera
Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) yang berupaya memperbaiki kerusakan akibat bencana alam di Sumatera sedang fokus meningkatkan koneksi transportasi. Ketua Satgas tersebut, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan prioritas utama adalah menjadikan infrastruktur konektivitas kembali berfungsi. “Fase berikutnya adalah memastikan jalan dan jembatan mencapai kondisi permanen,” ungkapnya.
Progres Pemulihan Infrastruktur
Menurut laporan Satgas PRR, seluruh jalan nasional dan daerah di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat telah pulih secara fungsional. Di Aceh, 46 ruas jalan nasional dan 23 jembatan nasional yang rusak kembali bisa digunakan. Sementara itu, 1.521 dari 1.638 titik jalan daerah dan 351 dari 652 jembatan daerah juga telah siap beroperasi.
Sumatera Utara melaporkan 30 ruas jalan nasional serta tujuh jembatan nasional terpulihkan. Di sisi lain, 607 dari 616 titik jalan daerah dan 343 dari 366 jembatan daerah di provinsi tersebut telah kembali aktif. Di Sumatera Barat, 31 ruas jalan nasional dan 13 jembatan nasional terdampak telah dapat diakses. Pemulihan juga mencakup 149 dari 167 titik jalan daerah dan 97 dari 163 jembatan daerah.
“Pekerjaan perbaikan infrastruktur berjalan terus-menerus. Kami menghargai kontribusi TNI/Polri, BNPB, dan Kementerian PU dalam mempercepat proses pemulihan,” tambah Tito.
Penegasan oleh Menteri Pekerjaan Umum
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa pihaknya akan memperkuat upaya rehabilitasi dengan peningkatan anggaran. Sektor Bina Marga mendapat penambahan dana sebesar Rp7,61 triliun, sehingga total anggarannya mencapai Rp21,90 triliun. Dana tersebut digunakan untuk penanganan longsor dan membangun kembali infrastruktur dengan standar tahan bencana.
“Kami tidak hanya memperbaiki, tetapi juga mengembangkan infrastruktur yang lebih kuat agar mampu menghadapi risiko di masa depan,” tutur Dody.
Upaya bersama Satgas PRR dan lembaga terkait diharapkan mampu mempercepat pulihnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Konektivitas yang optimal di wilayah terdampak akan mendukung distribusi logistik serta kestabilan ekonomi setempat.