Solving Problems: Ketua Harian Dekranas Dorong Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Ketua Harian Dekranas Dorong Pemasaran dan Kreativitas Tenun di Belu

Jumat (17/4), Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) serta Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, melakukan kunjungan ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kesempatan ini, ia meninjau langsung proses produksi kain tenun oleh para perajin dan juga membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap kelangsungan industri kerajinan.

Tri menyoroti bahwa kesulitan para perajin tidak hanya berada pada tahap pembuatan, tetapi juga berkaitan dengan strategi pemasaran dan inovasi produk. “Tanpa pemasaran yang efektif serta perbaikan kualitas atau kreativitas tenun, perajin pasti menghadapi hambatan dalam melestarikan budaya ini,” ujarnya.

Karena perajin-perajin ini tanpa pemasarannya yang baik, tanpa perbaikan-perbaikan kualitas ataupun kreativitas dari tenun, pasti mempunyai kendala dalam melestarikan kebudayaan ini,” pungkas Tri.

Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, ia mendorong penguatan kerja sama antara Dekranas pusat dengan lembaga daerah. “Kami harapkan kerja sama Dekranas Pusat dan Dekranas Kabupaten Belu bisa terus berlanjut,” tambahnya. Selain itu, kunjungan ini juga menyasar kegiatan pemberdayaan perempuan dan anak melalui TP PKK, seperti sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga kepada pelajar, orang tua, dan masyarakat setempat.

Tri menyebutkan bahwa timnya telah mengunjungi sekolah dan tempat penampungan korban kekerasan untuk memberikan dukungan dan pendampingan terus-menerus. Di sisi lain, ia mengapresiasi potensi alam serta budaya Kabupaten Belu yang dinilai mampu dikembangkan menjadi destinasi wisata. “Kabupaten Belu indah luar biasa dengan alamnya, baik di darat, di laut, maupun di bukit-bukitnya. (Hal ini) butuh dukungan dari segala macam pihak agar memanfaatkan kekayaan alam ini menjadi destinasi wisata (dunia),” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *