Special Plan: Wamendagri Dorong Pemprov Jatim Perkuat Sinkronisasi Pembangunan

Wamendagri Dorong Pemprov Jatim Perkuat Sinkronisasi Pembangunan

Kunci Kebijakan Daerah

Dalam rangka memastikan pertumbuhan ekonomi yang seimbang di seluruh wilayah, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antara provinsi, kabupaten, dan kota. Menurutnya, kebijakan yang selaras antar tingkatan pemerintahan akan memperkuat stabilitas pengembangan daerah. Ribka mengatakan, gubernur memiliki peran krusial dalam menjaga keberlanjutan ini, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang mengamanatkan posisi gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat di tingkat daerah.

“Jika pertumbuhan ekonomi di provinsi berkembang pesat tetapi tidak diiringi kemajuan di kabupaten atau kota, ini bisa memicu ketimpangan,” ujarnya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) RKPD Provinsi Jawa Timur 2027 di Shangri-La Hotel, Surabaya, Selasa (14/4).

Perkembangan Indeks Pembangunan

Ribka juga menyebut tren positif dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur sebagai indikator penting. Namun, ia berharap capaian tersebut bisa diakses secara merata oleh seluruh wilayah. “Pertumbuhan ekonomi dan IPM Jatim sudah sangat baik, bahkan program nasional pun tercapai secara efektif,” tuturnya.

Dalam konteks slogan “Jatim Gerbang Baru Nusantara”, ia berharap provinsi ini bisa menjadi penggerak utama untuk perekonomian baru, terutama bagi wilayah Indonesia Timur. Untuk mewujudkan ini, Pemprov Jatim diingatkan agar mematangkan strategi pembangunan.

Partisipan dan Latar Belakang

Kegiatan Musrembang tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh pemerintahan, termasuk Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Hadir pula Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, serta anggota Forkopimda se-Jatim. Ribka menyoroti kinerja Pemprov Jatim, khususnya dalam mengatasi angka pengangguran, sementara aspek lainnya telah mencapai tingkat yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *