Facing Challenges: Apa Boleh Mencampur Cairan Pendingin Radiator?

Apa Boleh Mencampur Cairan Pendingin Radiator?

Kelengkapan dan Dampak Mencampur Jenis Coolant

Beberapa cairan pendingin radiator memiliki karakteristik berbeda dan tidak bisa dicampur secara sembarangan. Kesalahan penggunaan bahan ini bisa menyebabkan masalah pada mesin, seperti kerusakan yang memerlukan perbaikan besar di masa depan. Untuk menjaga kinerja pendinginan, radiator coolant harus dipilih dengan tepat.

Perbedaan Teknologi Antikarat dalam Coolant

Cairan pendingin kendaraan dikenal mengandung aditif khusus untuk mencegah karat. Teknologi antikarat yang digunakan beragam, dengan dua jenis utama: IAT (Inorganic Acid Technology) dan OAT (Organic Acid Technology). Keduanya memiliki mekanisme kerja berbeda dan keunggulan masing-masing.

“Keandalan radiator coolant tidak hanya tergantung pada kemampuan melepaskan panas mesin, tetapi juga pada efektivitasnya dalam mencegah karat selama sirkulasi,” tutur Henry Sada, President Director PT Autochem Industry, dalam pernyataannya Senin (13/4).

Aditif IAT, yang merupakan teknologi lama, bekerja dengan membentuk lapisan pelindung logam. Ini cocok untuk mesin kendaraan bertahun-tahun, karena jalur pendingin pada radiator masih relatif lebar. Namun, bahan ini cenderung mudah terurai, sehingga usia pakai coolant hanya 2-3 tahun atau 40 ribu km.

Sementara OAT, teknologi terbaru, menggunakan asam organik untuk membentuk lapisan pelindung mikroskopis. Lapisan ini lebih efektif mencegah karat tanpa menyisakan endapan berbahaya. Keunggulan OAT juga terlihat dari kemampuan umur pakai hingga 5-10 tahun atau 100 ribu km, tergantung kadar glycol. Selain itu, OAT ramah lingkungan karena bahan organiknya minim penguapan.

Risiko Mencampur IAT dan OAT

Mencampur coolant IAT dengan OAT tidak disarankan. Henry menjelaskan, aditif antikarat dari kedua jenis ini akan saling menetralkan, sehingga sistem pendinginan kehilangan perlindungan dan rentan terhadap korosi. Hal ini bisa menyebabkan endapan lumpur atau gel yang menghambat sirkulasi radiator.

“Reaksi kimia akibat pencampuran coolant IAT dan OAT justru merusak efisiensi pendinginan dan mempercepat penyumbatan saluran,” kata Henry.

Henry menyarankan penggunaan produk yang sesuai dengan kebutuhan mesin. Saat ini, banyak pilihan coolant di pasaran, termasuk Master Radiator Coolant Series. Produk ini dirancang agar memiliki transfer heat optimal, titik didih lebih tinggi dari air murni, serta memastikan mesin tetap stabil dalam berbagai kondisi berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *