Key Discussion: Amukan Trump “Bakar” Minyak, RI Mulai Tertekan Lonjakan Harga Energi

Amukan Trump “Bakar” Minyak, RI Mulai Tertekan Lonjakan Harga Energi

Pasar keuangan Indonesia ditutup dengan hasil yang beragam pada perdagangan Senin (20/4/2026). Bursa saham mengalami penurunan sementara rupiah bergerak naik. Pasar diperkirakan tetap fluktuatif pada hari ini, dengan proyeksi lebih lanjut dapat dilihat di halaman 3 artikel ini.

Koreksi IHSG dan Pemicu Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan hari itu di zona merah, merosot 39,89 poin atau -0,52% ke 7.594,11. Dari 519 saham yang diperdagangkan, 424 turun, 247 naik, dan 148 stabil. Total transaksi mencapai Rp 17,2 triliun, melibatkan 40,8 miliar saham dalam 2,46 juta transaksi.

Investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 380,73 miliar, berkontribusi pada pergerakan IHSG. Pada awal sesi, IHSG sempat naik 0,39% dan mencapai level tertinggi harian di 7.692,15, namun mengalami tekanan hingga akhir sesi pertama, berakhir di zona merah.

Performa Rupiah dan Sentimen Global

Rupiah ditutup menguat 0,09% ke Rp17.165/US$ di hari Senin (20/4/2026), membalikkan penurunan tajam sebelumnya pada Jumat (17/4/2026) sebesar 0,32% di Rp17.180/US$. Penguatan terjadi meski nilai tukar dolar AS (DXY) naik 0,22% ke 98,310.

Kenaikan rupiah berlangsung di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah, yang membuat pasar cenderung memburu aset dolar. Namun, rupiah tetap mampu bertahan di zona hijau.

Pergerakan Pasar AS dan Dampak Perang

Bursa Wall Street mengalami penurunan pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Saham AS melemah setelah ketegangan antara AS dan Iran meningkat akibat penolakan Iran terhadap pembicaraan damai di Pakistan yang diusulkan AS.

“Perang dengan Iran kini sudah menjadi cerita masa lalu bagi pasar,” ujar David Wagner, kepala divisi ekuitas dan manajer portofolio di Aptus Capital Advisors.

Indeks S&P 500 turun 0,24% ke 7.109,14, sementara Nasdaq Composite mengalami penurunan 0,26% ke 24.404,39. Dow Jones Industrial Average juga mengalami koreksi kecil, sedangkan Russell 2000 naik 0,58% ke 2.792,96.

Kontributor IHSG dan Skenario Perang

Beberapa emiten turun signifikan, seperti Barito Renewables Energy (BREN) yang melemah 0,38% menyumbang koreksi -10,14 poin. Barito Pacific (BRPT) jatuh 4,04% atau -3,94 poin, sementara Chandra Asri Pacific (TPIA) turun -2,07 poin. Di sisi lain, Bumi Resources Minerals (BRMS) menjadi penopang dengan kenaikan 7,5 poin.

Pelaku pasar masih memperkirakan dampak perang yang belum sepenuhnya jelas, meski saham AS mampu pulih dari area koreksi ke level tertinggi sepanjang masa.

Langkah Trump dan Keterlibatan Iran

Presiden Donald Trump pada Minggu menyatakan bahwa AS telah menembaki kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Tindakan ini terjadi setelah Iran menolak mengikuti putaran baru pembicaraan damai di Pakistan. Trump menegaskan bahwa kapal tersebut berada di bawah sanksi Departemen Luar Negeri AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *