Key Issue: Pedagang Pisang Dunia Harus Berterima Kasih ke China Karena Ini

Perdagangan Pisang Global Mulai Pulih Tahun 2025

Perdagangan pisang di dunia menunjukkan kemajuan pada 2025, setelah melalui masa penurunan di tahun sebelumnya. Proyeksi awal dari Badan Pangan Dunia (FAO) menyebutkan bahwa ekspor pisang global akan mencapai sekitar 20,8 juta ton, naik sekitar 6% dibandingkan 2024. Meski ada peningkatan, dinamika pasar tetap tidak merata, dengan beberapa wilayah menghadapi tekanan dari cuaca ekstrem, penyakit tanaman, hingga kenaikan biaya produksi.

Permintaan Global Masih Membaik

Kenaikan impor global diprediksi mencapai 19,9 juta ton pada 2025, naik dari 18,9 juta ton di 2024. Asia menjadi pusat pertumbuhan utama, dengan impor sekitar 5,38 juta ton. Penurunan produksi pisang di China menjadi faktor utama peningkatan permintaan, sementara Jepang mengalami stabilitas. Di Eropa, impor tetap dominan dengan total 8,5 juta ton, di mana Uni Eropa menjadi pemain utama dengan 5,46 juta ton. Rusia juga menunjukkan perbaikan signifikan, mencapai 1,37 juta ton.

Ekspor: Dominasi Amerika Latin dan Penguatan Asia

Amerika Latin masih menguasai pasar ekspor, dengan total 14,5 juta ton pada 2025. Ekuador menjadi pemimpin dengan ekspor 6,4 juta ton, meningkat 451 ribu ton dibandingkan 2024. Kolombia juga mencatat kenaikan 318 ribu ton. Di sisi lain, Asia mulai menunjukkan peningkatan, dengan ekspor mencapai 5,2 juta ton, naik 24% dari 4,18 juta ton di 2024. Filipina tetap menjadi kontributor utama, menyumbang lebih dari 50% ekspor kawasan tersebut. Wilayah Amerika Tengah mengalami penurunan ke 5,2 juta ton, sementara Afrika naik secara moderat ke 753 ribu ton.

Perkembangan Ekspor dan Risiko yang Mengancam

Berbeda dengan peningkatan ekspor di wilayah tertentu, ada faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpastian. Cuaca ekstrem mengganggu produksi di beberapa negara, penyakit seperti Fusarium Wilt TR4 merusak tanaman, dan biaya produksi yang tinggi menekan keuntungan petani. Selain itu, kenaikan harga tidak sepenuhnya disampaikan ke produsen, membuat perluasan pasar lebih sulit.

Amerika Serikat dan Pasar Kecil

Amerika Serikat mengalami penurunan permintaan impor, mencapai 4,02 juta ton, akibat kenaikan harga di seluruh rantai distribusi. Sementara itu, Afrika dan Oseania tetap relatif kecil, dengan impor Afrika mencapai 187 ribu ton dan Oseania (dibawa oleh Selandia Baru) stagnan di sekitar 85 ribu ton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *