Solution For: Bank AS Tak Peduli Potensi Krisis Private Credit, Apa Risikonya?

Bank Besar AS Tetap Optimis Meski Private Credit Menghadapi Tekanan

Selama satu minggu terakhir, para bank besar di Amerika Serikat mencatatkan total eksposur terhadap private credit yang melebihi 185 miliar dolar AS. Sejumlah eksekutif perbankan, yang berusaha meringankan kekhawatiran investor, menegaskan bahwa mereka masih percaya pada potensi pasar ini. Meski beberapa bulan terakhir private credit mengalami tekanan, perusahaan seperti Citizens Financial Group Inc. memproyeksikan pertumbuhan portofolio mereka sekitar 5% pada 2026, sesuai tren tahun-tahun sebelumnya.

Potensi Pertumbuhan dan Keterlibatan Bisnis

Chief Executive Officer Citizens Financial Group, Bruce Van Saun, menyebutkan bahwa private credit menjadi bagian penting dalam beberapa hubungan bisnis utama perusahaan. Tujuan utamanya adalah memperkuat kemitraan tersebut dan mengeksplorasi peluang bisnis tambahan. Dalam beberapa tahun terakhir, private credit dianggap mampu mencapai nilai aset hingga 1,8 triliun dolar AS karena regulasi pasca-krisis keuangan membatasi akses perbankan kepada peminjam berisiko.

“Area ini dirasa kritis bagi sejumlah hubungan bisnis besar perusahaan,” kata Van Saun.

Kekhawatiran Risiko dan Pertahanan Finansial

Di tengah ketakutan investor dan regulator terhadap risiko pelemahan pasar private credit yang bisa menyebar ke sistem keuangan tradisional, para eksekutif bank mengambil langkah untuk meredakan kecemasan. John Stern, Chief Financial Officer U.S. Bancorp, mengklaim sulit membayangkan adanya kerugian signifikan pada portofolio mereka. U.S. Bancorp, salah satu pemberi pinjaman yang memperbarui data eksposur, mencatatkan total sekitar 9,6 miliar dolar AS, termasuk collateralized loan obligations (CLO).

“Kami selalu siap menghadapi skenario terburuk dengan memastikan batasan konsentrasi penyaluran dana,” ujar Stern.

Proyeksi Risiko dan Struktur Modal

Secara umum, para eksekutif menilai bahwa risiko kerugian pada private credit masih jauh dari memengaruhi perbankan. Mereka menjelaskan bahwa perbankan biasanya berada di posisi teratas dalam struktur modal, sehingga potensi kerugian harus menghabiskan ekuitas dan utang junior terlebih dahulu sebelum memengaruhi lembaga keuangan. Di sisi lain, Bill Demchak, CEO PNC Financial Services Group Inc., mengingatkan bahwa perhatian seharusnya ditujukan pada kredit berperingkat spekulatif yang lebih luas.

“Kekhawatiran sebenarnya harus fokus pada kredit spekulatif yang struktur finansialnya lebih rentan,” kata Demchak.

Kebijakan Pemulihan dan Peluang Baru

Ketika sejumlah perusahaan private credit mulai menarik dana, perbankan melihat peluang untuk memperluas pangsa pasar. Beberapa pemberi pinjaman non-bank saat ini menghadapi tekanan penarikan dana, terutama di reksa dana ritel, sehingga mengurangi alokasi kredit. Situasi ini membuka ruang bagi lembaga penyimpan dana untuk kembali aktif. Daryl Bible, Chief Financial Officer M&T Bank Corp., menambahkan bahwa perusahaannya berhasil memanfaatkan kesempatan ini.

“Banyak peminjam kini lebih memilih bank dengan stabilitas operasional terbukti,” jelas Bible.

Sanggahan dan Penjelasan

Artikel ini merupakan hasil riset CNBC Indonesia, menyampaikan pandangan terkait risiko private credit. Analisis ini tidak bertujuan mendorong pembaca untuk membeli, menjual, atau menahan investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, sehingga penyedia informasi tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *