Main Agenda: Daftar 22 Emiten yang Sudah Umumkan Dividen, Siapa Paling Royal?

Daftar 22 Emiten yang Sudah Umumkan Dividen, Siapa Paling Royal?

Jakarta – Musim pembagian dividen tahun buku 2025 kembali memperkaya dinamika pasar modal Indonesia. Puluhan emiten dari berbagai industri secara resmi merilis jadwal pembagian keuntungan kepada para pemegang saham. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membagikan hasil usaha yang berhasil dicapai di tahun sebelumnya.

Secara umum, sebagian besar emiten menetapkan periode pencatatan pemegang saham atau recording date pada pertengahan hingga akhir April 2026. Pembayaran tunai ke pemegang saham biasanya terjadi di akhir April hingga awal Mei 2026. Sektor keuangan menguasai agenda ini, dengan alokasi dana yang mencolok.

Emiten perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menetapkan rasio pembayaran mencapai 92% dari laba bersih 2025. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan pembayaran dividen sebesar Rp 349,41 per lembar saham, setara 65% dari laba bersihnya. BRI akan menyalurkan dividen senilai Rp 52,10 triliun dari laba tahun buku 2025, atau Rp 346 per saham.

Pembayaran ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Jumlah total mencakup dividen interim yang telah dibagikan pada 15 Januari 2026 sejumlah Rp20.632.254.718.348,00, atau Rp137 per saham. Sementara itu, sisa pembayaran tunai yang akan diberikan mencapai Rp31.470.159.890.136,00, atau setara Rp209 per saham.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga merencanakan pembagian dividen tahunan yang mencakup akumulasi hasil dari dividen interim dan final untuk memastikan kepuasan investor. Besaran pembagian bervariasi, mulai dari satuan rupiah hingga ratusan rupiah per lembar saham. Contohnya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membagikan dividen hingga ratusan ribu rupiah.

Variasi Mata Uang dalam Pembagian Dividen

Beberapa emiten memilih denominasi mata uang yang berbeda. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) membagikan keuntungan dalam Dolar Amerika Serikat, yang kemudian dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia untuk pemegang rekening domestik.

Strategi Korporasi serta Regulasi Perpajakan

Di luar pembagian dividen tunai, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) memperkenalkan strategi berbeda dengan membagikan saham dari kapitalisasi saldo laba. Regulasi perpajakan juga menjadi perhatian, seperti PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang secara transparan memberi informasi bahwa pemodal lokal yang memperdagangkan dividen di Indonesia mendapat fasilitas pembebasan pajak.

Sebaliknya, investor asing wajib menyertakan surat keterangan domisili untuk menyesuaikan tarif pajak.

PT CIMB Niaga Auto Finance tidak tercantum dalam daftar perbandingan karena tidak merilis nominal spesifik per lembar saham. Artikel ini merupakan hasil riset CNBC Indonesia yang menyampaikan pandangan, bukan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi. Keputusan akhir berada di tangan pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *