Special Plan: Indonesia Mulai Tinggalkan Dolar AS, Ini Buktinya!

Indonesia Mulai Tinggalkan Dolar AS, Ini Buktinya!

Dalam upaya mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat (AS), Indonesia telah mengambil langkah strategis dengan membangun alternatif likuiditas. Meski dolar AS masih mendominasi sistem keuangan global, negara ini menyiapkan bantalan melalui diversifikasi mata uang transaksi, termasuk kerja sama dengan bank sentral negara-negara mitra.

Swap Bilateral Sebagai Pendorong Ekosistem Lokal

Salah satu bentuk konkret dari kebijakan tersebut adalah adanya Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA), perjanjian antarbank sentral yang memungkinkan penukaran likuiditas dalam mata uang masing-masing negara. Fasilitas ini menjadi pilihan tambahan saat kondisi pasar valuta asing tidak stabil atau tekanan dolar meningkat.

“Ini seperti asuransi keuangan. Jika ada situasi kritis seperti tahun 1998, sekarang kita memiliki bantalan yang sudah disiapkan,” ujar Chief Economist BCA David Sumual dalam acara Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurut David, Indonesia telah menandatangani perjanjian swap bilateral dengan China, Jepang, Australia, dan Korea Selatan, dengan total nilai sekitar 90-100 miliar dolar AS. Negara-negara tersebut membentuk ‘secondary buffer’ yang memperkuat stabilitas keuangan nasional.

Transaksi Lokal Juga Meningkat

Di samping swap bilateral, peningkatan transaksi mata uang lokal juga menjadi indikator penting. Indonesia telah menerapkan QRIS Cross Border bersama Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Negara seperti Filipina dan Brunei masih dalam proses perencanaan.

Implementasi Local Currency Transaction (LCT) juga berjalan dengan Malaysia, Tiongkok, Thailand, Jepang, Korea Selatan, serta Uni Emirat Arab. Sementara itu, negara-negara seperti Singapura, Filipina, India, dan Vietnam masih dalam tahap awal pembentukan kerja sama.

Dengan memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan sistem pembayaran internasional, Indonesia semakin memperkuat ekosistem transaksi kawasan yang tidak sepenuhnya bergantung pada dolar AS. Ini membantu mengurangi risiko volatilitas dan menjaga keseimbangan pertukaran antar negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *