New Policy: Raja HP Dunia Perkasa di Nomor Satu, HP China Makin Tak Laku
Raja HP Dunia Perkasa di Nomor Satu, HP China Makin Tak Laku
Tren Pasar Global
Menurut laporan dari IDC, industri ponsel global mengalami penurunan dalam kuartal pertama tahun ini. Faktor utama penyebabnya adalah kelangkaan memori yang memengaruhi produksi di awal tahun. Di tengah tantangan ini, Samsung tetap mempertahankan dominasi pasar dengan pangsa 21,7% dan pengiriman 62,8 juta unit. Kenaikan penjualan selama setahun mencapai 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemain Utama Lainnya
Apple menduduki posisi kedua dengan pangsa pasar 21,1% dan pengiriman 61,1 juta unit. Perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan 3,3%, didorong oleh peluncuran iPhone 17 yang menunjukkan kekuatan di pasar premium. Meski demikian, gangguan pasokan dan penyesuaian strategi distribusi menghambat peningkatan volume di beberapa wilayah.
Tiga produsen asal Tiongkok yang masuk lima besar mengalami penurunan penjualan. Xiaomi turun 19,1%, Oppo 9,9%, dan vivo 6,8%. Xiaomi, misalnya, melakukan penyesuaian strategi dengan mengurangi produksi model lama sebagai cara menghindari kenaikan harga signifikan. Oppo juga terdampak karena integrasi dengan Realme, yang membantu penurunan volume secara global. Vivo, di sisi lain, sempat memperkecil jarak dengan Oppo di luar pasar Tiongkok, meski masih mengalami penurunan.
“Kuartal ini menjadi tantangan bagi semua pemain smartphone, karena harus menyeimbangkan antara profitabilitas dan pertumbuhan, serta stabilisasi di pasar domestik versus ekspansi ke luar negeri di tengah keterbatasan pasokan dan tekanan harga,” jelas Kiranjeet Kaur, associate director Consumer Devices IDC dalam pernyataan resmi.
Popal, direktur riset senior Perangkat Konsumen Seluruh Dunia IDC, menambahkan bahwa penyebab utama penurunan ini adalah kenaikan biaya bahan baku akibat kelangkaan memori. Di beberapa pasar negara berkembang, harga ponsel meningkat hingga 40-50%, yang memengaruhi permintaan. OEM mengambil langkah seperti pengendalian biaya, pengurangan dukungan pemasaran, dan penyesuaian spesifikasi untuk menghadapi tekanan.
“Tahun kalender ini menjadi titik balik bagi vendor, karena meningkatnya biaya komponen, energi, dan logistik akibat perang di Timur Tengah, yang memperburuk risiko penurunan prospek pasar dan menekan permintaan global,” kata Popal.
Pengiriman smartphone secara keseluruhan tercatat menurun 4,1% menjadi 289,7 juta unit pada kuartal I-2026. Ini menutup tren pertumbuhan selama 10 kuartal berturut-turut. Di tengah situasi ini, vendor mencoba berinovasi untuk mengatasi tantangan. Namun, kenaikan biaya dan persaingan ketat tetap menjadi faktor penghambat utama.