Key Strategy: Turki akan batasi akses media sosial untuk anak di bawah 15 tahun

Turki Akan Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun

Parlemen Turki telah menyetujui usulan peraturan baru yang melarang anak di bawah 15 tahun menggunakan media sosial secara bebas. Berdasarkan laporan dari Engadget, Kamis (23/4), platform media sosial wajib menerapkan sistem verifikasi usia, menawarkan fitur pengawasan orang tua, serta menangani konten berbahaya lebih cepat. Rancangan undang-undang ini dibuat setelah dua insiden penembakan di sekolah yang terjadi di Turki.

Setelah peristiwa tersebut, kepolisian menangkap 162 individu yang dituduh menyebarkan rekaman tragedi melalui internet. Undang-undang ini kini menunggu persetujuan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dalam waktu 15 hari agar bisa diimplementasikan.

“Platform media sosial telah menjadi penimbun kotoran,” kata Erdoğan dalam pidato nasionalnya, mengkritik penggunaan media digital yang dianggap berisiko bagi anak-anak.

Selain itu, gim daring juga dikenai aturan serupa, dengan pembatasan akses untuk pengguna di bawah umur. Pelanggaran bisa mengakibatkan pengurangan bandwidth hingga denda.

Turki sebelumnya sering berselisih dengan platform digital internasional. Instagram pernah diblokir pada 2024 karena sengketa konten terkait Hamas, meski aksesnya kembali dalam sepekan. Roblox juga dilarang setelah laporan mengenai konten seksual yang dinilai tidak pantas dan bisa mengeksploitasi anak. Pejabat pemerintah waktu itu menyebut promosi homoseksualitas sebagai alasan tambahan.

Pada 2023, X juga diblokir sementara setelah gempa besar mengguncang Turki. Tindakan pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah 15 tahun sejalan dengan tren global. Negara-negara seperti Yunani dan Austria sudah menerapkan kebijakan serupa, setelah Australia menjadi negara pertama melarang penggunaan media sosial oleh anak di bawah 16 tahun tahun lalu. Inggris juga sedang mempertimbangkan aturan lebih ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *