Meeting Results: Kemenekraf nilai pemanfaatan AI bisa memutus kesenjangan teknologi

Kemenekraf: AI Bisa Menutup Kesenjangan Teknologi di Indonesia

Dalam acara peluncuran program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 di Jakarta, Selasa, Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Tri Wahyudi menyampaikan bahwa adopsi kecerdasan buatan (AI) berpotensi mengatasi permasalahan kesenjangan teknologi yang menghambat daya saing SDM Indonesia di tingkat global. Menurut Tri, kehadiran AI di industri internasional memaksa bangsa ini harus memperkuat kemampuan para pelaku ekraf dalam menguasai teknologi ini, sekaligus membuka peluang baru untuk pertumbuhan kerja.

Manfaat AI dalam Produktivitas

Tri menyoroti data dari PwC yang menunjukkan pengaruh positif AI dalam meningkatkan produktivitas. Dari riset tersebut, 96 persen pengguna teknologi AI melaporkan peningkatan efisiensi, terutama di kalangan Gen Z yang dinilai lebih proaktif dalam memanfaatkan inovasi ini. Namun, 28 persen perusahaan saat ini sudah merekrut 18 juta orang yang mahir dalam penerapan AI, sementara 57 persen lainnya masih mengalami defisit dalam mencari tenaga SDM yang kompeten.

“Jika talenta Indonesia tidak bisa beradaptasi dengan AI, mereka akan ketinggalan dalam kreativitas dan inovasi, serta hanya menjadi negara yang mengandalkan teknologi asing tanpa mampu meningkatkan kapasitas teknis kita. Akibatnya, kesenjangan teknologi akan semakin membesar,” ujarnya.

Strategi Kemenekraf untuk Meningkatkan Kompetensi

Untuk menghadapi tantangan ini, Kemenekraf meluncurkan program BDT 2026 yang bertujuan memperluas akses pendidikan tentang AI. Tujuan utamanya adalah membantu pelaku ekraf mengembangkan standar kompetensi global, serta menyiapkan SDM digital yang lebih adaptif. Dengan demikian, produktivitas subsektor aplikasi nasional diharapkan bisa bersaing secara internasional.

Tri menegaskan bahwa selain mendorong lapangan kerja baru, program ini juga meningkatkan kualitas tenaga kerja, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembang dan pionir yang mampu menjangkau pasar global. “Ini akan membantu memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *