Latest Program: El Nino berpotensi karhutla, Menteri LH fokus tangani 6 provinsi rawan

El Nino Berpotensi Tingkatkan Risiko Karhutla, Menteri LH Tegaskan Fokus pada 6 Provinsi Rentan

Jakarta – Pada apel pagi di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta Timur, Rabu, Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup, menyampaikan instruksi kepada timnya untuk memprioritaskan tindakan pencegahan di enam provinsi yang rentan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat dampak fenomena El Nino. Provinsi yang disebutkan adalah Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan. Menurutnya, daerah-daerah ini memiliki luas lahan gambut yang signifikan, sehingga perlu perencanaan terukur dan spesifik terkait pengelolaan ekosistem.

“El Nino tahun ini termasuk kategori rendah hingga moderat, tetapi terjadi di musim kemarau, sehingga dampaknya akan lebih terasa. BMKG memperkirakan curah hujan akan berada di bawah 100 mm per bulan, atau rata-rata kurang dari 5 mm per hari. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan hari tanpa hujan serta mengurangi efektivitas upaya modifikasi cuaca untuk mencegah karhutla,” ujarnya.

Menteri LH menekankan bahwa pemantauan tinggi air tanah gambut harus menjadi prioritas. Ia memperingatkan bahwa beberapa wilayah telah mengalami penurunan air tanah hingga 150 cm atau 80 cm, yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Ia menambahkan, daerah dianggap aman jika tinggi air tanah gambut tetap di atas 40 cm. “Jika level air turun di bawah 80 cm, tanda-tanda bahaya kebakaran sudah mulai muncul. Oleh karena itu, penting untuk segera mengantisipasi kondisi ini dengan melakukan pemetaan air tanah secara detail dan mengaktifkan alat pemantau secara manual atau otomatis,” jelas Hanif.

Dalam langkah antisipatif, Menteri LH juga mendorong jajarannya untuk fokus pada area perusahaan konsesi, baik perkebunan maupun kehutanan. “Harus dipercepat upaya pengawasan tinggi air tanah gambut di daerah tersebut, serta identifikasi posisi kanal-kanal yang berada di wilayah yang diawasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hanif meminta reaktivasi kelompok masyarakat yang peduli pada masalah kebakaran di daerah rawan. Ia menekankan perlunya identifikasi kebutuhan pendanaan dan koordinasi lintas kementerian sebagai bagian dari strategi penanggulangan karhutla tahun ini. “Semua langkah ini merupakan respons terhadap penurunan air gambut yang tajam dan meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau. Persiapan teknis, sinergi antar sektor, serta partisipasi masyarakat menjadi komponen utama dalam rencana awal,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *