Key Discussion: Prabowo ke Rusia: Energi dan kemitraan strategis
Prabowo ke Rusia: Energi dan Kemitraan Strategis
Jakarta – Setelah Iran memberikan respons positif yang memungkinkan dua kapal tanker Pertamina melewati Selat Hormuz tanpa gangguan, Presiden RI Prabowo Subianto tetap mengejar alternatif energi baru yang lebih stabil. Pada Senin (13/4) dini hari, ia tiba di Moskow, Rusia, diiringi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Fokus utama dari lawatan ini adalah pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin untuk mengeksplorasi dinamika geopolitik global dan memperkuat kebijakan energi nasional.
Kunjungan ini menandai pertemuan ketiga Prabowo dengan Putin sebagai kepala negara. Sebelumnya, ia telah bertemu dengan presiden Rusia di Moskow pada Juli 2024, ketika masih menjabat sebagai presiden terpilih, dan kembali ke Saint Petersburg pada Juni 2025 serta Moskow kembali pada Desember 2025. Moskow menjadi salah satu ibu kota yang sering dikunjungi oleh Prabowo sejak menjabat, menggambarkan prioritas strategis Indonesia terhadap hubungan bilateral.
Dalam upaya membangun kemitraan yang saling menguntungkan, pemerintah Indonesia menganggap Rusia sebagai mitra penting untuk memastikan stabilitas ekonomi dan kebijakan global. Prabowo menekankan bahwa perubahan cepat dalam geopolitik dunia membutuhkan partisipasi berbagai pihak, termasuk Rusia yang dinilai memiliki peran konstruktif. Ia menyoroti pentingnya konsultasi bersama untuk mengambil langkah strategis ke depan.
Sejak lawatan sebelumnya, energi menjadi topik utama dalam diskusi antara Indonesia dan Rusia. Kedua negara telah menyetujui kerja sama dalam bidang energi baru dan terbarukan, serta membuka peluang pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Putin secara terbuka menyatakan kesiapan negaranya menjadi mitra Indonesia dalam proyek energi nuklir sipil.
Rusia serius memandang Indonesia sebagai mitra jangka panjang di bidang energi yang semakin strategis.
Kunjungan kali ini memperkuat komitmen Indonesia untuk membangun hubungan ekonomi yang berkelanjutan. Prabowo menyebut bahwa Rusia menjadi pihak yang signifikan dalam mendukung kebijakan energi nasional, serta menggarisbawahi pentingnya kerja sama bilateral dalam menghadapi tantangan global yang kompleks.