New Policy: Pemerintah luncurkan label gizi kuatkan edukasi tentang konsumsi sehat

Pemerintah luncurkan label gizi kuatkan edukasi tentang konsumsi sehat

Jakarta, Selasa – Kebijakan baru terkait pencantuman label gizi, atau Nutri-level, telah diperkenalkan oleh pemerintah sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pola makan yang sehat. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko penyakit non-terjangkit (non-communicable diseases) yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan gula, garam, dan lemak (GGL). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pendukung Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam memandu publik memilih makanan sesuai kebutuhan nutrisi.

“Penyakit akibat konsumsi berlebihan GGL berdampak signifikan, baik secara kesehatan maupun biaya. Riset internasional, termasuk standar dari WHO, sudah menunjukkan bahwa pencegahan lebih efektif daripada pengobatan setelah sakit. Maka, kita harus mengatur pola makan secara lebih baik,” ujarnya.

Menurut Budi, hasil CKG menyoroti tingginya angka diabetes pada anak-anak, yang menurutnya tidak seharusnya terjadi. Ia menjelaskan bahwa masa transisi untuk menerapkan label nutri-level diperkirakan berlangsung sekitar 1-2 tahun, dengan detail aturan akan diumumkan nanti. Pada awalnya, industri diminta untuk mencantumkan label nutri-level secara mandiri, lalu secara bertahap diwajibkan.

Kebijakan ini dikembangkan secara kolaboratif dengan beberapa lembaga, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, BPJS Kesehatan, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuan utamanya adalah menyelaraskan upaya edukasi kesehatan dan regulasi di sektor makanan serta minuman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *