Key Discussion: Satu Dunia Sudah Kecanduan Parah, Pemerintah Akhirnya Bertindak

Satu Dunia Sudah Kecanduan Parah, Pemerintah Akhirnya Bertindak

Tebaran Aturan di Global

Pemerintah dunia semakin intensif mengambil langkah untuk mengatasi dampak negatif media sosial terhadap anak-anak. Banyak negara memberlakukan pembatasan akses bagi pengguna di bawah umur, termasuk Indonesia yang telah menerapkan PP Tunas sejak Maret 2025. Kebijakan ini diharapkan mengurangi penggunaan berlebihan media sosial oleh anak di bawah 16 tahun.

Bahkan, Inggris yang dipimpin Perdana Menteri Keir Starmer juga menyuarakan kebutuhan regulasi serupa. Ia menekankan bahwa platform seperti Instagram dan TikTok harus bertanggung jawab atas mekanisme scroll yang memicu kecanduan. “Mekanisme ini menyebabkan anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton video tanpa henti,” kata Starmer dalam wawancara dengan BBC Radio, seperti dilaporkan Reuters.

Konsultasi dan Kebijakan Baru

Dalam rangka mengembangkan kebijakan, Inggris sedang menguji coba batasan waktu penggunaan aplikasi. Tujuannya adalah mengevaluasi pengaruhnya terhadap pola tidur dan aktivitas harian anak. “Kami ingin memahami bagaimana keluarga melihat jam malam, chatbot AI, serta fitur yang membuat ketagihan,” jelas Menteri Teknologi Liz Kendall.

Australia menjadi negara pertama yang melarang penggunaan media sosial oleh anak di bawah 16 tahun pada Desember 2025. Mesir dan Indonesia juga mengumumkan kebijakan serupa. Untuk Indonesia, penerapan PP Tunas mulai berlaku lebih ketat sejak 28 Maret 2026.

Respons dari Pengguna

Pemerintah Inggris mencatat lebih dari 45.000 partisipan yang memberikan masukan selama konsultasi mengenai keamanan digital anak. Masih ada waktu hingga 26 Mei 2026 untuk menambahkan saran. “Kami ingin mendengar dari orang tua, remaja, dan keluarga tentang pengalaman mereka di era media sosial,” lanjut Kendall.

“Kami sedang berkonsultasi apakah harus ada pelarangan [media sosial] untuk anak di bawah 16 tahun,” kata Starmer. “Namun, yang sama pentingnya, mekanisme scroll di media sosial yang bikin kecanduan adalah masalah serius bagi saya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *