New Policy: Drama Kursi Bos The Fed Panas, Trump Desak “Jerome Powell Out” Segera
Drama Pemilihan Ketua The Fed Memanas, Trump Desak Jerome Powell Mundur
Pemimpin pemerintahan Donald Trump mempercepat tekanan pada posisi kepala Federal Reserve (The Fed). Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan keinginan untuk segera menggantikan Jerome Powell dengan Kevin Warsh. “Kami berharap Warsh dapat menjabat secepat mungkin,” ujar Bessent saat berbicara di acara Institute of International Finance di Washington, dilansir AFP pada Rabu (15/4/2026).
Proses Konfirmasi di Senat Diperkirakan Rumit
Warsh diperkirakan akan mengisi kekosongan jabatan Powell, yang akan berakhir pada Mei 2026. Namun, penyetujuan di Senat tidak akan mudah. Tim Scott, ketua komite perbankan Senat, menyebut sidang untuk Warsh mungkin dilakukan pekan depan, dengan pemungutan suara mengikuti. Di sisi lain, Senator Republik Thom Tillis berjanji akan menghambat proses tersebut hingga kasus hukum terkait The Fed selesai.
Bessent mengakui adanya hambatan, tetapi tetap optimistis. “Kami akan membiarkan hal ini berjalan. Ada kesepakatan untuk sidang,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Tillis dinilai “seorang yang logis.” Tekanan terhadap The Fed meningkat setelah lembaga tersebut dikenai penyelidikan oleh Departemen Kehakiman AS terkait biaya renovasi kantor pusat di Washington.
Pengaruh Hukum dan Perdebatan Politik
Sebelumnya, seorang hakim federal membatalkan surat panggilan dalam kasus tersebut, menyatakan adanya “banyak bukti” yang menunjukkan penyelidikan sebagai bentuk tekanan politik. Meski tidak mengendalikan investigasi, Bessent yakin Warsh akan menjabat sebagai ketua The Fed. Di tengah ketidakpastian, ia juga membahas kebijakan suku bunga. “The Fed memiliki ruang untuk menunda keputusan sebelum menurunkan suku bunga acuan,” tegas Bessent.
Trump, sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, secara terus-menerus menekan The Fed untuk segera menurunkan bunga. Ia bahkan beberapa kali mengkritik Powell karena dianggap terlalu lambat dalam menyesuaikan kebijakan moneter. Namun, Bessent memahami jika pembuat kebijakan memilih menunggu kejelasan kondisi global, termasuk menantikan jabatan Warsh untuk memimpin siklus kebijakan berikutnya.