Special Plan: Freeport Target Produksi Bijih Tembaga 200.000 Ton/Hari di 2027

Freeport Target Produksi Bijih Tembaga 200.000 Ton/Hari di 2027

PT Freeport Indonesia (PTFI) berencana meningkatkan volume produksi bijih tembaga dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) hingga mencapai sekitar 200.000 ton per hari pada 2027. Target ini terwujud setelah operasional tambang pulih dari gangguan yang terjadi di 2025.

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi akan dilakukan secara bertahap melalui proses ramp up yang dimulai tahun 2026 hingga kuarter I 2027. “Saat ini, kami sedang menjalani fase pemulihan atau recovery di Grasberg Block Cave, khususnya pada Production Block 1 yang paling terdampak selama kejadian longsor,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).

“Saat ini, kami sedang menjalani fase pemulihan atau recovery di Grasberg Block Cave, khususnya pada Production Block 1 yang paling terdampak selama kejadian longsor,” ujar Tony Wenas.

Menurut Tony, Production Block 2 dan 3 saat ini sudah beroperasi dengan batasan tertentu. Sementara itu, Production Block 1 yang mengalami kerusakan signifikan masih dalam tahap pemulihan. Dari sisi volume, perusahaan memperkirakan produksi bijih tembaga pada 2025 mencapai 139.000 ton per hari, kemudian meningkat menjadi 156.000 ton per hari di 2026. Produksi diperkirakan kembali stabil pada level normal, yakni 200.000 ton bijih per hari, mulai 2027 hingga 2029.

Produksi logam juga diproyeksikan meningkat. Pada 2026, Freeport menargetkan 1,1 miliar pound tembaga dan sekitar 26 ton emas. Semua hasil emas akan diambil oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam). “Rencana kerja tahun 2027 akan menaikkan produksi tembaga menjadi 1,5 miliar pound serta emas hingga 39 ton atau setara 1,3 juta ounces,” tambah Tony. Pada 2028, produksi diperkirakan mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu 1,7 miliar pound tembaga dan 43 ton emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *