Latest Program: Pemprov DKI buka pintu investor bangun ekosistem charging bus listrik

Pemprov DKI Buka Pintu Investor Bangun Ekosistem Charging Bus Listrik

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menyediakan kesempatan kolaborasi dengan investor untuk mempercepat pengembangan transportasi publik berbasis listrik. Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah. Kepala Seksi Penegakan Hukum Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Made Jony, mengungkapkan bahwa FGD bersama Inisiatif Strategis Transportasi (Instran) dan PT Kalista Nusa Armada menjadi ajang untuk mendiskusikan rencana tersebut. “Dengan adanya beberapa investor yang bersedia membangun ekosistem charging, kita terbuka. Dengan skema yang ada, kendala terkait pengisian daya bisa diatasi,” ujarnya.

Investasi Diperlukan untuk Sistem Pengisian Daya

Menurut Made, saat ini kebutuhan investasi tidak hanya terletak pada pengadaan kendaraan, tetapi juga pada sistem pengisian daya yang memadai. “Fokus kita di Pemprov DKI Jakarta adalah biaya investasi. Selain pengadaan kendaraan listrik, kebutuhan infrastruktur charging juga tinggi,” tambahnya. Target 10.000 bus listrik pada 2030 masih jauh, dan keterbatasan stasiun pengisian daya menjadi hambatan utama. Saat ini, fasilitas charging hanya tersedia di pool atau depo bus yang terletak di area pinggiran Jakarta, membuat operasional lebih sulit.

“Karena lahan di DKI memang sangat susah, charging saat ini hanya ada di tempat penyimpanan kendaraan. Bus harus kembali ke sana untuk mengisi daya, meski jaraknya jauh dari pusat kota,” kata Made.

Untuk mengatasi masalah ini, Made menyebutkan lahan yang belum terpakai milik Pemprov DKI Jakarta akan dijadikan lokasi strategis pengembangan stasiun pengisian. “Lahan yang ibaratnya tidur, kita manfaatkan untuk ekosistem charging. Hal ini memudahkan pengguna kendaraan listrik,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga sedang mengevaluasi sejumlah lokasi potensial lain, seperti Terminal Pulogebang, Kampung Rambutan, Ragunan, dan Pinang Ranti. Kawasan Ancol, Depo Cawang, serta Pasar Jumat menjadi calon lokasi yang juga dipertimbangkan.

Pengembangan Infrastruktur untuk Penggunaan Mobil Listrik

Ke depan, Made menegaskan bahwa infrastruktur pengisian daya akan diperluas ke seluruh pengguna kendaraan listrik di Jakarta. “Dengan ekosistem charging yang lebih lengkap, masyarakat tidak perlu bingung lagi. Kendala infrastruktur SPKLU bisa diatasi, dan penggunaan mobil listrik akan berkembang lebih cepat,” tambahnya. Hingga 2026, jumlah bus listrik di Jakarta mencapai sekitar 480 unit, dan ditargetkan bertambah menjadi 500 unit dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *