New Policy: PAM Jaya ungkap penyebab fluktuasi suplai air di kawasan Pluit
PAM Jaya Ungkap Penyebab Fluktuasi Suplai Air di Kawasan Pluit
Jakarta, Rabu – Syahrul Hasan, Direktur Operasional PAM Jaya, menjelaskan bahwa fluktuasi pasokan air di wilayah Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, disebabkan oleh posisi kawasan tersebut di ujung jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). “Area Pluit serta sekitarnya berlokasi di ujung jaringan pipa (dead end) dari SPAM Pejompongan, yang menyebabkan terjadinya perubahan volume pasokan air secara tidak menentu,” kata Syahrul Hasan.
PAM Jaya tengah berupaya memperbaiki masalah tersebut dengan mempercepat pengembangan infrastruktur penyediaan air. Salah satu inisiatifnya adalah proyek strategis SPAM Angke-Pesanggrahan yang diharapkan dapat meningkatkan volume air yang dialirkan hingga 3.000 liter per detik ke wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Peningkatan Cakupan Layanan Hingga 2026
Saat ini, cakupan layanan air telah mencapai 81,52 persen, dan pihaknya menargetkan peningkatan hingga 90 persen pada 2026 melalui penambahan 250.000 sambungan baru. “Kami berkomitmen menjaga stabilitas, kuantitas, dan kontinuitas layanan,” ujarnya.
Distribusi Toren Air sebagai Solusi Sementara
PAM Jaya juga mendistribusikan 2.000 unit toren air secara bertahap di seluruh wilayah DKI Jakarta. Fokus awal penyaluran bantuan ditujukan pada area dengan kondisi geografis tertentu dan kebutuhan penampungan air yang mendesak, seperti Muara Angke di Kelurahan Pluit.
“Toren ini menjadi solusi jangka pendek yang efektif karena mampu menyediakan cadangan air yang stabil untuk kebutuhan hingga 24 jam,” tambah Syahrul Hasan.