Facing Challenges: Jepang minta bantuan Saudi amankan pasokan minyak di krisis Hormuz
Jakarta – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Kamis meminta kerja sama lebih lanjut dari Arab Saudi untuk memastikan pasokan energi bagi Tokyo di tengah ketegangan yang berlanjut di Selat Hormuz. Dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Takaichi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Riyadh yang menyalurkan minyak mentah ke Jepang melalui Laut Merah setelah serangan AS–Israel mendorong Iran menutup Selat Hormuz, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang. Atas permintaan baru Tokyo tersebut, sang putra mahkota menyatakan kesediaannya merespons secara positif demi menjamin pasokan energi yang stabil ke pasar, termasuk Jepang.
Kedua pemimpin itu juga menegaskan komitmen untuk berkoordinasi dalam upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah secepatnya. Arab Saudi saat ini bekerja sama dengan Pakistan, yang berperan sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran, untuk mencari solusi diplomatik. Selain isu energi, Jepang dan Arab Saudi juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang eSports, gim, antariksa, kecerdasan buatan, serta investasi.
Mereka berjanji mendukung kesuksesan World Expo 2030 di Riyadh. Jepang sendiri menjadi tuan rumah World Expo di Osaka tahun lalu.