Latest Program: Kemenkes soroti promosi vape di medsos, picu minat remaja

Kemenkes soroti promosi vape di medsos, picu minat remaja

Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa popularitas produk vape semakin meningkat akibat iklan yang diarahkan ke platform digital. Menurut Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, iklan tersebut menjadi faktor penggerak utama, terutama di kalangan generasi muda.

Tantangan dalam Pengawasan Vape

Aji menjelaskan bahwa promosi vape melalui media sosial dan situs belanja daring menciptakan tantangan dalam mengontrol penggunaannya. “Promosi yang gencar memperkenalkan vape sebagai bagian dari gaya hidup modern mengganggu upaya pencegahan,” katanya dalam pernyataan tertulis.

“Masifnya promosi rokok elektrik di media sosial dan platform e-commerce menjadi tantangan dalam pengendalian,” kata Aji dalam keterangan tertulis yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu.

Peran Edukasi dan Keluarga dalam Pencegahan

Menurut Prof. Dr. Faisal Yunus, pendekatan komprehensif dibutuhkan untuk mencegah remaja terpapar vape. Ia menekankan bahwa kebijakan larangan saja tidak cukup, perlu disertai dengan pembatasan akses dan pengawasan terhadap distribusi produk.

“Pembatasan atau pelarangan penggunaan zat perasa juga penting karena rasa menjadi faktor utama yang menarik minat remaja,” ujarnya saat dihubungi ANTARA, Rabu.

Faisal berargumen bahwa edukasi berdasarkan bukti harus menjadi pusat perhatian, dengan fokus pada risiko nyata seperti ketergantungan nikotin dan dampak terhadap perkembangan otak. Ia juga menyoroti peran penting keluarga dan sekolah dalam membentuk kesadaran masyarakat.

“Program di sekolah perlu tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga melatih keterampilan siswa untuk menolak tekanan sosial dari teman sebaya,” katanya. Strategi terbaik, menurut dia, adalah mencegah penggunaan vape sejak awal sebelum remaja mulai mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *