Facing Challenges: Pemprov siapkan trauma healing bagi anak korban penembakan di Puncak

Pemprov siapkan trauma healing bagi anak korban penembakan di Puncak

Pemerintah Provinsi Papua Tengah tengah menyusun program pemulihan trauma bagi anak-anak yang menjadi korban penembakan di Kabupaten Puncak. Wakil Sekretaris Daerah setempat, Silwanus Sumule, mengungkapkan layanan tersebut akan dilakukan setelah para korban anak selesai menjalani perawatan di rumah sakit Nabire.

“Setelah anak tersebut pulih dari rumah sakit, tim khusus dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan turun memberikan layanan trauma healing,” jelasnya.

Dijelaskan Sumule, korban anak yang berusia tujuh tahun telah menjalani operasi pada Senin (20/4) dan sekarang berada di ruang intensif care unit (ICU) untuk pemulihan. “Kita berharap anak ini segera keluar dari ICU dan melanjutkan rehabilitasi,” tambahnya.

Dalam insiden yang sama, Pemprov juga memberikan perhatian khusus kepada seorang ibu hamil berusia 27 tahun yang terluka di bagian dagu. Korban tersebut sedang menjalani perawatan di RS Jayapura Kota. “Karena kondisi kehamilan, kita juga menyiapkan proses persalinan di Jayapura,” terangnya.

Lima Korban dan Penanganan di RS Mulia

Berdasarkan data yang dikumpulkan, total korban dalam kejadian tersebut mencapai lima orang. Tiga korban lainnya sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, karena fasilitas kesehatan di sana lebih lengkap dibandingkan RS Puncak.

Menyusul kejadian pada 14 April 2026, tim tanggap darurat Pemprov Papua Tengah akan diterjunkan ke Puncak dan Puncak Jaya pada Kamis (23/4) untuk memastikan pelayanan korban serta distribusi bantuan berjalan optimal. Tim tersebut membawa bahan makanan dan obat-obatan, sekaligus melakukan pendataan langsung di Kampung Kembru, Distrik Sinak.

“Tim akan bekerja selama masa tanggap darurat sekitar 14 hari untuk menangani kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujarnya.

Sumule menambahkan bahwa penanganan jangka pendek fokus pada pengobatan lima korban, sementara langkah berikutnya akan disusun sesuai data yang diperoleh di lapangan. Sebelumnya, Pemprov telah membentuk tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang melibatkan Baperida, Keuangan Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak.

Menurut Sumule, pemerintah daerah komitmen menyediakan penanganan yang memadai untuk semua korban. Insiden penembakan yang terjadi di Puncak menyebabkan sejumlah warga sipil mengalami luka hingga meninggal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *