Meeting Results: Ekonom: Kunjungan Menkeu-BI ke AS perlu diikuti kredibilitas kebijakan

Ekonom: Kunjungan Menkeu-BI ke AS perlu diikuti kredibilitas kebijakan

Kunjungan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia ke Amerika Serikat menurut ekonom diperlukan untuk memperkuat kepercayaan pasar terhadap kebijakan Indonesia. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, menegaskan bahwa pertemuan tersebut harus disertai dengan data yang konsisten dan tindakan nyata untuk menunjukkan komitmen pemerintah. Di Jakarta, Rabu, Rizal menjelaskan bahwa pertemuan dengan investor global di AS berpotensi meningkatkan sentimen pasar, tetapi belum tentu menciptakan perubahan mendasar.

Langkah Konkret Jadi Kunci

Rizal mengingatkan bahwa investor akan memantau hasil nyata dari kebijakan yang dijanjikan. Ia menyoroti bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih stabil, dengan inflasi terkendali sebesar 3,48 persen per Maret 2026 dan pendapatan negara naik 10,5 persen menjadi Rp574,9 triliun. Namun, beberapa tekanan seperti penurunan nilai tukar rupiah hingga Rp17.100 per dolar AS, pengurangan cadangan devisa, dan tren kenaikan yield SBN masih menjadi tantangan.

“Pertemuan ini berfungsi sebagai sinyal kepercayaan diri, tetapi belum mampu mengubah persepsi jangka panjang investor,” ujar Rizal. “Pengelolaan fiskal dan koordinasi antara kebijakan moneter harus efektif untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa merugikan cadangan devisa,” tambahnya.

Pertemuan tersebut berlangsung di New York dan Washington DC, di mana Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan strategi fiskal serta ketahanan ekonomi Indonesia kepada sejumlah lembaga keuangan internasional. “Kami menyampaikan bahwa kebijakan fiskal kita sudah berjalan sesuai arah yang benar,” kata Purbaya. Sementara itu, Perry Warjiyo, Gubernur BI, menegaskan bauran kebijakan Indonesia tetap berada di jalur yang tepat, dengan fokus pada stabilitas eksternal melalui suku bunga, intervensi valuta asing, dan likuiditas domestik.

“Kami memastikan kebijakan yang konsisten untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global,” ujar Perry.

Rizal mengingatkan bahwa kepercayaan investor tidak hanya dibangun dari pertemuan, tetapi juga dari implementasi kebijakan yang terukur dan dapat diverifikasi. Ia menekankan bahwa transparansi pembiayaan defisit serta kebijakan fiskal yang tidak meningkatkan risiko adalah faktor penting. “Tanpa langkah nyata, pertemuan global hanyalah sinyal tanpa substansi struktural,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *