Official Announcement: Trump berencana lanjutkan perundingan dengan Iran, China sambut baik

Trump berencana lanjutkan perundingan dengan Iran, China sambut baik

Kota Beijing menjadi tempat pemerintah Tiongkok menyampaikan dukungan terhadap keinginan Amerika Serikat melanjutkan dialog damai dengan Iran untuk meredam ketegangan di wilayah Timur Tengah. Dalam konferensi pers pada Rabu (15/4), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa negara itu mendukung semua upaya yang bermanfaat untuk menyelesaikan konflik, sambil mengapresiasi peran Pakistan dalam memfasilitasi gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China

“China menyambut baik semua upaya yang kondusif untuk mengakhiri konflik, dan memuji Pakistan karena telah menengahi gencatan senjata sementara AS-Iran serta peran mediasi yang adil dan seimbang,” ujarnya.

Guo Jiakun menekankan bahwa prioritas utama dalam upaya menghentikan perang adalah mencegah pecahnya pertempuran kembali, mempertahankan momentum gencatan senjata yang berhasil dicapai, serta berkomitmen pada metode politik dan diplomasi. Pada pertemuan dengan Putra Mahkota Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab, ia menyebutkan Presiden Xi Jinping memberikan empat poin usulan untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Usulan Perdamaian dari Xi Jinping

“Yaitu, tetap berkomitmen pada prinsip hidup berdampingan secara damai, prinsip kedaulatan nasional, prinsip supremasi hukum internasional, dan pendekatan yang seimbang terhadap pembangunan serta keamanan,” tambah Guo Jiakun.

Usulan tersebut, menurutnya, mencerminkan komitmen konsisten Tiongkok dalam mempromosikan gencatan senjata dan perdamaian, serta mendorong dialog sebagai jalan keluar untuk perselisihan. Guo Jiakun menegaskan bahwa Tiongkok bersedia terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mempercepat pemulihan stabilitas di Timur Tengah dan kawasan Teluk.

Pada 28 Februari, Serangan AS dan Israel terhadap target di Iran, termasuk Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran lalu membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di wilayah Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. Perundingan antara AS dan Iran di Islamabad dimulai pada Sabtu (11/4), setelah Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua minggu. Namun, pada Minggu (12/4) pagi, Wapres Vance menyatakan bahwa negosiasi gagal mencapai kesepakatan, dan delegasi AS kembali tanpa hasil.

Seusai dialog tidak berhasil, Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz dan meminta Angkatan Laut AS mengejar kapal-kapal yang melewati selat tersebut. Blokade itu berlaku sejak Senin (13/4) pukul 14:00 GMT. Meski demikian, pada Selasa (14/4), Trump menyatakan bahwa putaran berikutnya negosiasi antara Washington dan Teheran bisa dilangsungkan dalam dua hari ke depan di Pakistan. JD Vance kemungkinan akan memimpin delegasi AS kembali jika negosiasi dilakukan.

Komitmen Trump pada Kesepakatan Besar

“Dia (Trump) ingin membuat kesepakatan besar dan pada dasarnya apa yang dia tawarkan kepada Iran sangat sederhana. Dia mengatakan bahwa ‘jika Iran bersedia bertindak seperti negara normal, maka kami bersedia memperlakukan Iran secara ekonomi seperti negara normal’,” jelas Vance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *