Key Strategy: Garuda perkuat penerbangan haji 2026 dengan layanan ramah lansia
Garuda Perkuat Penerbangan Haji 2026 dengan Layanan Ramah Lansia
Jakarta – Dalam rangka memperkuat operasional penerbangan haji 2026, Garuda Indonesia mengutamakan peningkatan kualitas layanan yang ramah untuk lansia. Hal ini dilakukan seiring meningkatnya persentase jamaah calon haji yang berusia tua di tahun ini. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan perusahaan siap menerima dimulainya penerbangan haji 1447 Hijriah/2026 pada 21 April nanti, setelah memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh.
Fokus pada Keamanan dan Kepuasan Jamaah
Glenny mengungkapkan bahwa Garuda menitikberatkan pada tiga aspek utama: keselamatan penerbangan, keandalan armada, serta layanan yang lebih mudah diakses oleh lansia dan jamaah berkebutuhan khusus. “Komitmen kami untuk menjamin pengalaman penerbangan yang aman, nyaman, dan inklusif terus ditingkatkan sesuai dengan meningkatnya jumlah jamaah lansia,” tuturnya dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.
“Keberhasilan operasional haji merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas ekosistem, mulai dari regulator, otoritas kebandarudaraan, hingga seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group mulai dari perawatan pesawat, layanan katering, hingga dukungan kargo,” katanya.
Untuk mendukung ini, Garuda memastikan seluruh persiapan dijalankan secara terpadu, mulai dari pengoperasian pesawat, petugas penerbangan, layanan darat, hingga fasilitas yang siap memenuhi kebutuhan jamaah. Peningkatan layanan berfokus pada adaptasi lebih baik untuk lansia, termasuk asistensi mobilitas di darat dan udara, serta peran awak kabin yang lebih aktif dalam memastikan kenyamanan selama perjalanan.
Facilities dan Armada Khusus
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Garuda menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti wheelchair di setiap embarkasi, ambulift di Jakarta dan Solo, bus jemaah dengan toilet, garbarata di sejumlah lokasi, serta layanan penanganan bagasi khusus. Di Bandara Internasional King Abdulaziz, ada pula buggy car yang dirancang untuk memudahkan pergerakan jamaah.
Garuda juga memperkuat armada dengan menyediakan 15 pesawat berbadan lebar, terdiri dari 8 pesawat milik perusahaan dan 7 pesawat sewa. Armada ini mencakup 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo. Semua pesawat dioperasikan dengan kondisi prima melalui program Aircraft Health Program, serta telah memenuhi sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai syarat utama operasional haji.
Operasional dan Jumlah Jamaah
Penerbangan haji tahun ini akan dilaksanakan secara bertahap dari 21 April hingga 21 Mei 2026. Fase keberangkatan ke Madinah berlangsung pada 21 April sampai 6 Mei, sementara fase menuju Jeddah dijadwalkan dari 7 Mei hingga 21 Mei. Pemulangan jamaah akan dilakukan pada periode 1 hingga 30 Juni 2026.
Dalam musim haji ini, Garuda Indonesia akan melayani minimal 102.502 jamaah calon haji yang terbagi dalam 278 kloter dari 10 embarkasi, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok. Penerbangan perdana diawali dengan keberangkatan kloter pertama dari Yogyakarta pada Selasa (21/4) pukul 23.40 WIB dengan nomor GA 6501 menggunakan pesawat Airbus A330-300.
Sejumlah fasilitas tambahan diperkenalkan untuk meningkatkan kenyamanan selama penerbangan jarak jauh, seperti layanan makanan berupa dua porsi makan utama dan satu camilan, serta inflight entertainment. Portable bidet di lavatory juga disediakan untuk memastikan kebutuhan jamaah terpenuhi secara maksimal.
Garuda Indonesia memastikan kesiapan sumber daya manusia dengan menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat, terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat yang mendukung kelancaran mobilisasi jamaah di seluruh embarkasi.