Dari Mana Trump Klaim Data 42 Ribu Warga Iran Tewas dalam Demo?
Dari Mana Trump Klaim Data 42 Ribu Warga Iran Tewas dalam Demo?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sering kali mengungkapkan bahwa pemerintah Iran bertanggung jawab atas kematian lebih dari 42.000 warga sipil selama aksi demonstrasi di akhir Desember 2025 hingga awal Januari. Klaim ini muncul kembali saat ia merespons kritik dari Paus Leo XIV, kepala negara Vatikan dan pemimpin Gereja Katolik, terkait serangan AS ke Iran. Dalam postingan di Truth Social, media sosial pribadinya, Trump mengatakan,
“Bisa tidak beri tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 warga tak bersalah dan tak bersenjata dalam dua bulan terakhir?”
Ia juga menambahkan,
“Dan bahwa Iran memiliki bom nuklir yang sama sekali tak bisa diterima.”
Trump dan Israel menggunakan klaim tersebut sebagai dasar untuk meluncurkan serangan besar-besaran ke Iran pada akhir Februari. Namun, pernyataan Trump muncul setelah Leo meminta penghentian kekerasan dan menyerukan perdamaian saat AS serta Israel berperang melawan Iran. Meski begitu, sumber data yang digunakan Trump masih menjadi pertanyaan.
Selama aksi protes Desember hingga Januari, jumlah kematian menunjukkan perbedaan signifikan. Lembaga pemantau hak asasi manusia asing, Human Right Activist News Agency (HRANA), melaporkan 3.766 korban tewas, sementara ribuan kasus masih dalam proses evaluasi, menurut laporan 9 News pada 9 Januari. Di sisi lain, Iran Human Rights, lembaga pemantau HAM berbasis di Norwegia, mencatat 3.428 korban jiwa pada 14 Januari.
Pemerintah Iran sendiri menyebutkan jumlah kematian sekitar 5.000 orang. Seorang pejabat Iran yang tidak menyebutkan nama mengatakan kepada Reuters bahwa pihak berwenang telah mengonfirmasi setidaknya 5.000 korban tewas dalam protes, termasuk sekitar 500 anggota keamanan pada Januari lalu. Dia menyalahkan “teroris dan perusuh bersenjata” atas pembunuhan “warga Iran yang tak bersalah,” sekaligus menyatakan bentrokan terparah terjadi di wilayah kurdi barat laut.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebelum meninggal, juga mengatakan bahwa ribuan orang tewas sejak aksi demonstrasi mengguncang negara tersebut. Ia menuduh aktor-aktor terkait Israel dan sekutu AS sebagai dalang kerusuhan.
“Mereka yang terkait AS dan Israel menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan beberapa ribuan orang,”
kata Khamenei pada 19 Januari.