Dokter : Cegah penyakit campak dengan imunisasi
Dokter : Cegah penyakit campak dengan imunisasi
Dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Shofa Nisrina Luthfiyani menekankan bahwa vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit campak. Menurutnya, vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) mampu melindungi individu dari virus yang dapat menyebabkan kondisi serius jika tidak diatasi tepat waktu.
“Gejala awal campak meliputi demam, batuk, pilek, serta gatal di mata. Setelah beberapa hari, ruam kemerahan akan muncul, dimulai dari wajah dan telinga, lalu menyebar ke tubuh secara menyeluruh,” jelas dr. Shofa di Depok, Kamis.
Dokter tersebut juga menyebutkan bahwa tanda khas lain dari penyakit ini adalah munculnya bercak putih di dalam mulut atau bercak koplik. Penularan terjadi melalui percikan udara (droplet) yang dilepaskan saat penderita batuk atau bersin. Virus ini dapat bertahan di udara atau permukaan benda selama beberapa waktu, sehingga meningkatkan potensi penyebaran.
Beberapa kelompok yang rentan terhadap campak antara lain anak-anak yang belum menerima vaksin, orang dewasa yang tidak pernah divaksinasi, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang optimal. Jika tidak diatasi, penyakit ini bisa memicu komplikasi seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, atau bahkan ensefalitis.
Untuk mencegah risiko komplikasi, masyarakat diminta menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari kontak langsung dengan penderita. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam lebih dari tiga hari, ruam yang menyebar, kesulitan bernapas, atau penurunan kesadaran.
RSUI menawarkan layanan diagnosis dan pengobatan penyakit infeksi, termasuk campak, dengan dukungan tenaga medis yang terlatih. Dr. Shofa menambahkan bahwa campak tetap menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai. Data Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat puluhan ribu kasus dugaan campak terjadi sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.