Topics Covered: Ketua DPRD bersikap pasif soal bagi-bagi uang di kalangan anggota baru
Ketua DPRD NTB Tidak Mengambil Langkah Tegas dalam Kasus Pengalihan Uang Anggota Baru
Di Mataram, Baiq Isvie Rupaeda, ketua DPRD Nusa Tenggara Barat, memperlihatkan sikap tertentu setelah muncul kontroversi di antara anggota baru terkait pemberian uang dalam program direktif gubernur. Menurutnya, DPRD hanya berperan sebagai mitra dan tugas utamanya adalah mengkoordinasikan kegiatan DPR.
Penjelasan Baiq Isvie Soal Keterlibatan dalam Penyaluran Dana
“Saya bilang, DPRD tidak bertanggung jawab soal ini, jadi saya diam saja, takut jadi masalah,” ujarnya.
Baiq Isvie mengatakan bahwa ia tidak dapat langsung mengambil langkah tegas sebagai ketua. Ia juga menyatakan tidak melakukan klarifikasi atau bertanya kepada anggota baru yang menerima dana tersebut. “Yang saya tahu, menerima uang itu hanya Lalu Arif. Karena dia datang langsung ke rumah saya, ceritakan soal itu, dia terima Rp200 juta dari IJU,” tambahnya.
Kontak dengan Partai Golkar dan Langkah yang Diambil
Baiq Isvie mengakui bahwa isu ini terungkap setelah muncul laporan di media, sebelum penyelidikan oleh Kejati NTB. Ia juga mengatakan hanya mendengar dari tiga saksi, tetapi tidak melihat langsung. Setelah berita muncul, ia tahu siapa yang menerima dana.
Dalam internal fraksi Golkar, Baiq Isvie menjelaskan bahwa ia hanya bertindak sebagai bagian dari partai pengusung. Ia pertama kali berkomunikasi dengan Mohan Roliskana, ketua DPD Golkar NTB yang kini menjabat wali kota Mataram. “Jadi, setelah dengar dari Lalu Wirajaya, wakil ketua satu, hasil rapat internal partai Gerindra meminta seluruh anggotanya yang menerima uang untuk kembalikan, itu pun saya ikuti dan telepon ketua,” ujarnya.
Sikap Partai dan Saksi yang Dihadirkan
Firadz, sekretaris DPD Golkar NTB, menyatakan pendapat serupa, menyarankan anggota DPRD yang menerima uang untuk mengembalikan ke jaksa. “Begitu pulang, Firadz telepon saya, katakan tidak ada teman-teman Golkar yang terima. Jadi, sudah Bu ketua jangan ikut-ikutan, makanya saya diam saja,” ucapnya.
Dalam sidang lanjutan yang berlangsung pada hari ini, jaksa menghadirkan Baiq Isvie bersama tiga wakil ketua sebagai saksi. Mereka termasuk Lalu Wirajaya, Muzihir, dan Yek Agil. Jaksa menghadirkan satu persatu para saksi di hadapan majelis hakim dengan diawali Baiq Isvie selaku Ketua DPRD NTB.