New Policy: Konektivitas Antarmoda Semakin Kuat, Perjalanan Masyarakat Jabodetabek Terhubung Lebih Luas
Konektivitas Antarmoda Semakin Kuat, Perjalanan Masyarakat Jabodetabek Terhubung Lebih Luas
Dengan kebutuhan perjalanan yang terus berkembang, mobilitas warga Jabodetabek mengalami peningkatan signifikan. Transportasi rel menjadi faktor penghubung utama antarwilayah dan antarmoda, memperkuat efisiensi perjalanan dari titik awal hingga tujuan. KAI Group terus mengembangkan sistem ini dengan integrasi layanan kereta api di berbagai simpul strategis.
LRT Jabodebek dan layanan Whoosh kini terhubung langsung di Stasiun Halim, membuka jalur yang lebih cepat antara kawasan perkotaan dan daerah lain. Di jaringan perkotaan, stasiun Cawang dan Cikoko juga terkonektif dengan Commuter Line, sedangkan Dukuh Atas menjadi pusat integrasi yang menggabungkan LRT dan KRL dalam satu area. Integrasi ini memudahkan pengguna berpindah moda tanpa hambatan dalam satu perjalanan.
Akses ke bandara semakin mudah berkat koneksi antarlayanan. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta terhubung dengan KRL Commuter Line melalui stasiun Manggarai, BNI City, Duri, dan Batuceper. Keberadaan ini memberikan fleksibilitas pilihan rute bagi masyarakat Jabodetabek yang ingin menuju bandara. Peningkatan volume penumpang pada Triwulan I 2026 mencerminkan kinerja yang membaik di berbagai layanan.
Berdasarkan data terbaru, LRT Jabodebek melayani 7.754.946 penumpang selama tiga bulan pertama tahun ini, naik 22,10% dibandingkan periode sama 2025. Layanan Whoosh mencatat 1.408.815 pengguna, kenaikan 4,07% dari 1.353.760 pelanggan sebelumnya. Commuter Line Jabodebek mencatat 87.979.372 penumpang, tumbuh 7,14% dari 82.114.334 pelanggan di tahun lalu. Untuk layanan bandara, Commuter Line Basoetta melayani 634.921 penumpang, kenaikan 22,77% dari 517.166 pelanggan di Triwulan I 2025.
Penguatan Konektivitas sebagai Pendorong Mobilitas Harian
Peningkatan angka penumpang ini membuktikan bahwa transportasi rel menjadi tulang punggung mobilitas warga di kawasan perkotaan. Dengan integrasi antarmoda, perjalanan bisa lebih terencana dan efisien. Menurut Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, koneksi antarlayanan adalah kunci menuju perjalanan yang lebih mudah dan terhubung.
“Konektivitas yang terbangun antar layanan membuat perjalanan terasa lebih efisien. Setiap simpul transportasi saling melengkapi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” ujar Anne.