Key Strategy: Kemlu pastikan WNI di Lebanon aman di tengah konflik Hizbullah-Israel
Kemlu Pastikan WNI di Lebanon Aman Meski Konflik Hizbullah-Israel Memanas
Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menjamin keamanan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon, meski konflik antara kelompok Hizbullah dan Israel semakin intens. Konflik ini memasuki wilayah Beirut, ibu kota Lebanon, menyebabkan kekhawatiran terhadap keselamatan penduduk asing di sana.
“Hingga kini, kondisi WNI di Lebanon tetap terjaga dengan baik,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, dalam sesi taklimat media di Jakarta, Kamis.
Dalam laporan Konsulat Jenderal RI di Beirut, terdapat 934 WNI yang berada di negara tersebut. Sebanyak 178 di antaranya adalah warga sipil, termasuk pelajar dan individu yang menikah dengan penduduk lokal. Mayoritas dari jumlah tersebut berada di kawasan Beirut. Sementara, 756 WNI lainnya adalah personel TNI yang bertugas di bawah bendera Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).
Kemlu terus memantau situasi melalui KBRI Beirut, dengan menjaga komunikasi intensif terhadap keberadaan dan kondisi WNI, baik warga sipil maupun personel militer. Heni menyatakan bahwa jika terjadi perburukan, KBRI telah menyiapkan rencana darurat yang diperbarui sesuai perkembangan terkini di lapangan.
Eskalasi Konflik Hizbullah-Israel
Konflik antara Israel dan Hizbullah memanas sejak 2 Maret lalu, ketika kelompok Lebanon meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel. Serangan ini terjadi di tengah operasi militer AS-Israel terhadap Iran. Israel kemudian membalas dengan serangan besar ke Lebanon, mencakup wilayah selatan, Lembah Beqaa, dan sekitar Kota Beirut.
Operasi darat Israel di Lebanon selatan secara resmi diluncurkan pada 16 Maret. Setelah kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara Iran dan AS, Hizbullah sementara menghentikan serangan terhadap Israel. Namun, mereka kembali mengambil inisiatif setelah Israel menyerang Beirut dan kota-kota lain, mengakibatkan korban jiwa ratusan orang.
Dilaporkan, serangan Israel telah menyebabkan kematian minimal 2.089 orang dan mengungsi lebih dari 1 juta penduduk Lebanon. Untuk meredakan ketegangan, pihak Lebanon dan Israel sepakat melanjutkan negosiasi langsung setelah dialog awal yang dipimpin Amerika Serikat di Washington DC, Selasa (14/4).