Special Plan: Kementrans jadikan sejumlah daerah di Sulteng koridor ekonomi
Kementrans Jadikan Wilayah Sulteng sebagai Koridor Ekonomi
Kota Palu, Kamis – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) telah menetapkan beberapa daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai jalur koridor ekonomi, terutama dalam sub sektor hortikultura. Menurut Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara, daerah seperti Parigi Moutong, Poso, dan Sigi dipilih karena memiliki wilayah transmigrasi yang saling terhubung.
“Kami menargetkan daerah tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi mandiri, dengan integrasi antara produksi dan distribusi,” ujarnya saat menghadiri acara ekspor durian di Palu.
Menurut Iftitah, transformasi konsep transmigrasi saat ini berfokus pada pengembangan kawasan berbasis ekonomi dan sentra pertanian. Tujuannya adalah memperkuat peran masyarakat transmigrasi sebagai penggerak perekonomian daerah. “Selain memindahkan penduduk, kawasan transmigrasi harus menjadi area yang berkelanjutan dan memiliki keunggulan komparatif,” jelasnya.
Program Trans Tuntas untuk Penyelesaian Konflik Lahan
Dalam era pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, Kementrans menghadirkan program trans tuntas. Program ini bertujuan mempercepat penyelesaian sekitar 120 ribu bidang tanah transmigrasi yang mengalami konflik. “Kami fokus pada kepastian hukum dan sertifikasi tanah secara efisien,” tambah Iftitah.
Contoh implementasi program tersebut adalah di Rempang, Batam. Wilayah ini menjadi solusi relokasi warga yang terdampak pengembangan Eco-City. “Selain itu, kami memberikan bantuan rumah tipe 45 dan fasilitas pendukung seperti jalan, pasar, sekolah, serta instalasi pengelolaan sampah,” ucapnya.
Kolaborasi untuk Membangun Ekosistem Ekonomi
Iftitah menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi yang terpadu. “Infrastruktur jalan, transportasi, dan logistik harus menjadi prioritas untuk memastikan akses yang optimal,” kata dia. Ia berharap pemerintah daerah terus mendukung perencanaan ini guna meningkatkan kualitas hidup warga transmigrasi.
Dengan pendekatan ini, Kementrans berupaya menciptakan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada transmigrasi, tetapi juga mendorong ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan hulu-hilir. “Kerja sama dengan sektor pertanian dan logistik akan menjadi kunci keberhasilannya,” tutup Iftitah.