Announced: Jerman menyetujui ekspor militer ke Israel di tengah konflik kawasan
Jerman Mengizinkan Pengiriman Senjata Militer ke Israel Saat Konflik Regional Berlangsung
Kementerian Ekonomi Jerman memberikan persetujuan untuk ekspor senjata militer senilai 6,6 juta euro (sekitar Rp131,9 miliar) ke Israel pada awal konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta antara Israel dan Iran. Laporan media Jerman menyebutkan hal ini dalam jawaban pemerintah terhadap pertanyaan anggota parlemen, seperti yang dikutip oleh kantor berita DPA.
Persetujuan ekspor tersebut dilakukan selama rentang waktu 28 Februari hingga 27 Maret 2026. Dalam empat bulan setelah pembatasan ekspor senjata terkait konflik Gaza dicabut pada November 2025, total nilai ekspor militer ke Israel mencapai 166,95 juta euro (sekitar Rp3,3 triliun). Namun, senjata seperti tank atau artileri tidak termasuk dalam kategori yang diizinkan.
“Ekspor tersebut berupa peralatan militer lainnya,” kata Ulrich Thoden dari partai Die Linke, seperti dilaporkan DPA.
Jerman biasanya membatasi pengiriman senjata ke zona konflik, kecuali untuk Ukraina dan Israel. Keputusan ini didasari tanggung jawab historis negara tersebut terhadap kawasan tersebut. Serangan AS dan Israel terhadap Iran berlangsung pada 28 Februari, menyebabkan kerusakan dan korban sipil, termasuk di Teheran.
Sekitar dua minggu setelah peristiwa itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan di Islamabad. Namun, upaya negosiasi antara Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan, menurut pernyataan Wakil Presiden J.D. Vance pada Ahad (12/4).
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA