Meeting Results: Rekening Bank Dipakai Orang Buat Cuci Uang, Korbannya Banyak

Rekening Bank Dipakai Orang Buat Cuci Uang, Korbannya Banyak

Penipuan finansial semakin mengalami perubahan strategi, dengan pelaku mencari celah untuk mengelabui sistem. Mereka menggunakan akun bank sebagai sarana menyembunyikan dana korban, menjadikannya alat utama dalam proses pencucian uang.

Dalam laporan MIT Technology Review, terungkap bahwa para penipu mengontrol atau menyewa rekening yang kemudian menjadi tempat masuknya dana dari korban. Uang tersebut selanjutnya didistribusikan ke bentuk aset digital, seperti stablecoin Tether yang terkait dengan dolar AS.

Upaya Melewati Proses KYC

Cara ini memanfaatkan kelemahan fitur Know Your Customer (KYC) di berbagai platform. Peneliti siber Hieu Minh Ngo menemukan pelaku sengaja membeli alat peretasan yang dijual di Telegram guna menghindari verifikasi identitas.

Ada 22 saluran dan grup Telegram yang terlibat dalam menjual alat tersebut. Grup ini ditemukan dalam berbagai bahasa, termasuk Mandarin, Vietnam, dan Inggris. Beberapa bahkan secara terbuka menawarkan produk ilegal dengan menjanjikan kualitas tinggi.

Alat Ilegal yang Digunakan

Salah satu perangkat dijual adalah kamera virtual, yang seolah-olah mengonfirmasi keaslian pengguna. Namun, alat ini hanya menghasilkan gambar buatan. Menurut laporan iProov, serangan berbasis kamera virtual meningkat tiga kali lipat di tahun 2024.

Perusahaan verifikasi biometrik juga melaporkan adanya peningkatan penggunaan alat ini oleh klien. Situasi ini mendorong institusi keuangan memperketat proses melacak transaksi untuk mendeteksi dana yang dicuci.

Kejahatan ini sudah diakui oleh lembaga keuangan dan pemerintah. Di Thailand, pihak setempat melakukan penyesuaian aturan untuk membatasi transaksi harian dan memperkuat pengawasan. Sementara di AS, Financial Crimes Enforcement Network memperingatkan risiko deepfake KYC dan penggunaan Vcam pada 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *