Topics Covered: Produksi Tembaga-Emas Freeport Bakal Naik Sampai 2029, Ini Proyeksinya
Produksi Tembaga-Emas Freeport Bakal Naik Sampai 2029, Ini Proyeksinya
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, pekan lalu, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkap rencana peningkatan produksi tembaga dan emas hingga 2029. Ia menyebutkan, peningkatan ini didukung oleh pemulihan operasional dan pemanfaatan kapasitas penambangan secara optimal di area Grasberg Block Cave (GBC). Tony menjelaskan bahwa perusahaan sedang menerapkan strategi untuk memulihkan kapasitas produksi ke tingkat normal setelah terhambat di tahun sebelumnya.
“Di tahun 2025 kami hanya menambang 139.000 ton bijih per hari, dan di 2026 meningkat menjadi 156.000 ton. Produksi normal kami diperkirakan mencapai sekitar 200.000 ton bijih per hari, yang akan terus dipertahankan hingga 2029,” kata Tony.
Berdasarkan proyeksi, produksi katoda tembaga pada 2026 diperkirakan mencapai 1,1 miliar pon. Angka ini kemudian naik menjadi 1,5 miliar pon di 2027. Dalam dua tahun berikutnya, produksi akan meningkat lagi hingga 1,7 miliar pon. Untuk emas, target perusahaan pada 2026 adalah 0,8 juta ons, lalu bertambah menjadi 1,3 juta ons di 2027. Dalam 2028 dan 2029, produksi emas diharapkan mencapai 1,4 juta ons per tahun.
“Tahun 2028 sudah mencapai level produksi sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 43 ton emas. Proyeksi untuk 2029 akan mirip dengan tahun sebelumnya,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Freeport sedang fokus pada operasional Production Block 1 di GBC yang memiliki bijih berkualitas tinggi. Blok penambangan ini direncanakan beroperasi kembali secara penuh pada kuartal pertama 2027. “Kami akan melakukan ramp up mulai bulan Mei hingga kuartal pertama 2027, saat itu Production Block 1 akan mulai beroperasi,” terang Tony.
Terlepas dari peningkatan produksi, perusahaan juga membangun terowongan drainase baru sepanjang 3 kilometer. Fasilitas ini dirancang untuk mengalirkan material lumpur basah agar tidak mengganggu proses penambangan utama dan meningkatkan keamanan operasional di masa depan. “Kami sedang memastikan infrastruktur dan rencana perbaikan tambang dijalankan secara hati-hati,” pungkas Tony.