New Policy: HP China Tidak Laku, Warga Ogah Beli HP Baru di 2026
HP China Tidak Laku, Warga Ogah Beli HP Baru di 2026
Krisis pasokan chip memori global mengakibatkan penurunan signifikan dalam penjualan perangkat ponsel dari produsen Tiongkok. Hal ini terlihat jelas dari laporan pengapalan ponsel kuartal pertama (Q1) 2026, yang dihimpun oleh firma riset IDC dan Counterpoint. Di antara lima merek teratas, Xiaomi, Oppo, dan vivo menjadi sorotan karena mengalami penurunan yang mencolok dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan Tren di Merek Utama
Xiaomi, yang berada di peringkat tiga, mencatat penurunan 19,1% YoY. Dalam tiga bulan awal 2026, merek ini mengapalkan 33,8 juta unit ponsel, dengan pangsa pasar 21,1%. Meski masih bertahan di posisi ketiga, Xiaomi mengalami penurunan terbesar dibandingkan kompetitor. Menurut laporan IDC, keputusan strategis untuk memangkas pengiriman model lama berdampak pada angka penjualan yang menurun.
Oppo, di peringkat empat, mengalami penurunan 9,9% YoY, dengan 30,7 juta unit ponsel yang terjual dan pangsa pasar 10,6%. Merek ini tetap menunjukkan kekuatan di pasar Tiongkok, sehingga mampu mengurangi tekanan penurunan global. Sementara itu, vivo berada di posisi kelima dengan penurunan 6,8% YoY. Merek ini mengapalkan 21,2 juta unit ponsel, dengan pangsa pasar 7,3%. Penurunan yang lebih lambat membuat vivo semakin mendekati posisi Oppo.
Penurunan Global dan Pertumbuhan Lainnya
Secara keseluruhan, pasar global mengalami penurunan 6% YoY berdasarkan data Counterpoint. IDC melaporkan penurunan sebesar 4,1% YoY, menandai akhir dari tren pertumbuhan selama 10 kuartal berturut-turut sejak pertengahan 2023. “Pertumbuhan yang melambat di kuartal pertama menjadi pertanda awal dari penurunan yang akan terjadi di tahun 2026 karena keterbatasan pasokan chip dan kenaikan harga akan memengaruhi permintaan,” tulis laporan IDC.
“Pertumbuhan yang melambat di kuartal pertama menjadi pertanda awal dari penurunan yang akan terjadi di tahun 2026 karena keterbatasan pasokan chip dan kenaikan harga akan memengaruhi permintaan,”
Sementara itu, Honor, Google, dan Nothing mencatatkan peningkatan signifikan di luar daftar Top 5. “Honor, Google, dan Nothing mengalami pertumbuhan pengiriman yang signifikan pada Q1 2026, dengan HONOR dan Nothing tumbuh 25% YoY, sedangkan Google naik 14% YoY,” tulis Counterpoint. Di luar Top 10, Honor, Lenovo (Motorola), dan Huawei juga mencatat pertumbuhan positif, dengan Honor mencatatkan peningkatan tertinggi sebesar 24% YoY.
Kepemimpinan Samsung dan Apple
Samsung tetap berada di puncak pasar dunia dengan pertumbuhan 3,6% YoY, menguasai 21,7% pangsa pasar. Merek ini mengapalkan 62,8 juta unit ponsel selama Q1 2026. Apple, di posisi kedua, mencatat pertumbuhan 3,3% YoY dengan pangsa pasar 21,1%.
“Apple berada di peringkat kedua dengan pertumbuhan 3,3% YoY, menguasai 21,1% pangsa pasar,”
Menariknya, Counterpoint menyebut Apple sebagai ‘raja’ ponsel di awal 2026, dengan pertumbuhan 5% YoY. Sementara itu, Samsung mengalami penurunan 6% YoY menurut laporan tersebut. Meski demikian, data pengapalan sering digunakan sebagai indikator permintaan pasar, meski tidak selalu mencerminkan penjualan riil secara langsung.