Topics Covered: Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau

Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau

Di Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penurunan kecil pada perdagangan Kamis (16/4/2026), setelah mengalami pergerakan bervariasi sepanjang hari. Indeks tersebut mencapai level 7.621,38, mengalami penurunan sebesar 2,21 poin atau 0,03%. Meski membuka sesi dengan kenaikan, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi di sekitar 7.705, tetapi tekanan jual mulai meningkat menjelang siang hingga indeks kembali ke zona merah.

Dalam perdagangan, terdapat 385 saham yang naik, 326 saham yang turun, dan 248 saham yang stagnan. Aktivitas transaksi mencapai total sekitar Rp17,88 triliun, dengan volume saham mencapai 37,19 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 2,58 juta kali. Kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp13,584 triliun. Sementara itu, IHSG didukung oleh Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) yang naik 15,27% ke level 15.100 hari ini, memberikan kontribusi 8,64 poin.

Akan tetapi, kinerja SRAJ tidak cukup mencegah koreksi IHSG yang dipicu oleh penurunan saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) sebesar 2,09% dan Barito Pacific (BRPT) -4,62%. Kedua saham tersebut masing-masing menyeret indeks sebesar 7,94 poin dan 6,75 poin. Di sisi lain, bursa Asia secara umum berada di zona hijau, dengan Nikkei naik 2,38%, Kospi 2,21%, dan HSI 1,72%.

“Iran berkomitmen ‘mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan.’”

Pertumbuhan positif di pasar Asia seiring dengan optimisme geopolitik yang semakin membaik. Pemerintahan Trump menyampaikan harapan tentang peluang kesepakatan untuk berakhirnya perang dengan Iran, meski memperingatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran jika negara tersebut tetap bersikap keras. Trump menuturkan bahwa perang yang diluncurkan bersama Israel sejak akhir Februari hampir selesai, meskipun blokade pelayaran yang diumumkan belum mencapai tingkat normal.

Amerika Serikat mengancam akan menambah sanksi sekunder terhadap pembeli minyak Iran guna memperkuat posisi tawar sebelum negosiasi lanjutan. Hal ini terjadi beberapa minggu setelah Washington melebarkan pembatasan sanksi energi terhadap Iran. Perundingan akhir pekan lalu berakhir tanpa capaian signifikan, sehingga pembicaraan dilanjutkan ke Pakistan. Panglima militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir, tiba di Teheran Rabu lalu untuk mencoba mencegah kembali pecahnya konflik.

Dalam World Economic Outlook edisi April 2026, IMF mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2026 dan 3,2% pada 2027, yang merupakan laju terlemah dalam dua dekade terakhir. Jika konflik di Timur Tengah meluas dan merusak infrastruktur energi, pertumbuhan global diperkirakan turun hingga 2%, dengan inflasi global meningkat melebihi 6% pada tahun 2027.

Dalam kondisi optimisme global yang menurun, perekonomian Indonesia dinilai cukup tahan. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara ini mencapai 5% pada 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi Tiongkok di 4,4% dan Filipina di 4,1%, meski masih kalah dari India yang diproyeksikan tumbuh 6,5%. Inflasi domestik juga diperkirakan terkendali di sekitar 3%. IMF menyempurnakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0% dari 5,1% sebelumnya.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menilai Indonesia sebagai “titik terang” di tengah krisis perekonomian global, berdasarkan konsistensi pemerintah dalam mengelola defisit fiskal di bawah 3% dari PDB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *