New Policy: PDIP: Kritik terhadap pemerintah adalah bentuk cinta kepada tanah air
PDIP: Kritik terhadap pemerintah adalah bentuk cinta kepada tanah air
Peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai PDIP
Dalam rangka memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah bukanlah tanda kebencian, melainkan bagian dari keinginan untuk memperbaiki kebijakan negara. Menurutnya, semangat KAA membawa pesan tentang pembebasan, yang mencakup kebebasan berpikir dan berbicara. “Kritik yang dilakukan masyarakat tidak berarti ingin menggagalkan pemerintah, tetapi justru mencoba memastikan negara berjalan sesuai tujuannya,” jelas Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Sabtu.
“Republik kita dibangun melalui proses perdebatan ide. Jika kita menolak kritik, maka kita mengurangi kesempatan untuk memperkaya pemikiran bersama,”
Hasto menyoroti bahwa kebebasan pers serta kemampuan berserikat menjadi bagian penting dari perjuangan kemerdekaan. Ia mengkritik fenomena masyarakat sering kali merespons kebijakan pemerintah dengan melaporkan ke polisi, padahal hal itu bertentangan dengan semangat KAA. “KAA bukan hanya tentang hubungan internasional, tetapi juga tentang cara kita menjaga kebebasan dalam membangun masyarakat,” kata dia.
Selain itu, Hasto menekankan pentingnya fungsi DPR RI sebagai mekanisme pengawasan yang sehat. Ia menyatakan bahwa demokrasi hanya bisa berkembang jika ada kontrol yang tidak dipengaruhi tekanan dari pihak tertentu. “PDIP berkomitmen menjadi partai yang kuat dan progresif, bahkan ketika menghadapi tekanan politik,” ucapnya. Menurutnya, di Indonesia tidak boleh ada penindasan, terlepas dari bentuknya apa pun.