Key Discussion: PT Timah Bidik Produksi Timah Hingga 30.000 Ton di 2026

PT Timah Tbk Tantang Target Produksi Timah Hingga 30.000 Ton Tahun 2026

Dalam upaya meningkatkan kapasitas operasional, PT Timah Tbk (TINS) menetapkan ambisi baru untuk mencapai produksi bijih timah sebesar 30.000 ton pada tahun 2026. Target ini lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun 2025 yang mencapai 17.515 ton. Direktur Utama perusahaan, Restu Widiyantoro, menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh peningkatan manajemen serta penguatan kerja sama di industri pertambangan.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Restu menyampaikan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah meningkatkan kemampuan penambangan mandiri. Ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal. “Kami laporkan 18.000 ton yang tercapai pada tahun lalu, dan tahun ini (2025) kami berupaya untuk mencapai 30.000 ton. Untuk laba tahun ini, kami mencatatkan Rp1,2 triliun secara unaudited,” terangnya.

“Jadi, PT Timah harus mampu menambang sendiri, tanpa bergantung pada pihak lain. Mereka akan menjadi mitra dengan posisi dan hubungan kerja yang setara,” ujarnya.

Revitalisasi dan Perluasan Bisnis Hulu ke Hilir

Seiring dengan target produksi, TINS juga sedang mengerjakan revitalisasi operasional di anak usaha sektor hilirisasi. Perusahaan bertekad meningkatkan efisiensi proses bisnis guna memaksimalkan kontribusi laba dari produk timah yang diproses secara lebih optimal.

Di sisi lain, perusahaan diberi tugas baru untuk mengelola Mineral Tanah Jarang (MTJ) atau Rare Earth Element (REE) sebagai bagian dari perluasan bisnis dari hulu ke hilir. Pemerintah menetapkan peletakan batu pertama fasilitas riset dan produksi MTJ pada 20 Mei 2026. “Sebelumnya, kami hanya fokus pada timah, tetapi kini kami diwajibkan mengelola mineral ikutan, seperti MTJ,” tambah Restu.

Strategi ini melibatkan peningkatan tata kelola, termasuk pembentukan unit stasiun pengumpul yang dikelola secara internal. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengumpulan bijih timah dari mitra atau masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Kami menuju ke arah yang bertahap, sehingga PT Timah dapat mengelola seluruh proses tanpa ketergantungan eksternal,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *