Historic Moment: KNKT: Laporan penyebab jatuhnya helikopter PK-CFX dalam 30 hari
KNKT: Laporan penyebab jatuhnya helikopter PK-CFX dalam 30 hari
Helikopter dengan nomor penerbangan PK-CFX dinyatakan hilang kontak pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB saat terbang dari Sintang ke Kubu Raya. Pesawat tersebut membawa delapan penumpang, yaitu dua awak dan enam orang lainnya. Dian Saputra, Investigator KNKT, mengungkapkan bahwa laporan awal penyelidikan akan diterbitkan dalam 30 hari sejak kejadian.
Pengumuman KNKT
“Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual,” kata Dian Saputra di Pontianak, Jumat.
Laporan tersebut akan mencakup informasi lapangan, mulai dari kondisi cuaca hingga kinerja mesin sebelum kecelakaan. Namun, Dian menegaskan bahwa penyebab jatuhnya helikopter belum bisa ditentukan secara pasti, karena investigasi masih berlangsung.
“Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan. Kita masih menunggu hasil analisis,” tuturnya.
Metode Investigasi
KNKT menyatakan bahwa helikopter PK-CFX tidak dilengkapi perekam data penerbangan seperti Flight Data Recorder (FDR) atau Cockpit Voice Recorder (CVR), berbeda dengan pesawat komersial. Sebagai pengganti, tim menggunakan engine data recorder untuk mengumpulkan data tentang performa mesin, termasuk kondisi oli dan putaran mesin.
Dalam upaya memperoleh gambaran lengkap, investigasi juga menggali berbagai bukti tambahan dari lokasi kejadian, termasuk kemungkinan rekaman kamera yang bisa mendukung rekonstruksi peristiwa.
Analisis dan Rekomendasi
Setelah menghimpun seluruh data, KNKT akan menganalisis secara menyeluruh, termasuk bekerja sama dengan pihak produsen helikopter di Prancis. Laporan akhir yang menyebutkan penyebab kecelakaan serta faktor penyumbang risiko diperkirakan baru dirilis hingga 12 bulan ke depan.
“Investigasi ini difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, dengan tujuan menghasilkan rekomendasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang,” katanya.