Main Agenda: Lazada ajak konsumen waspadai modus penipuan jasa kirim
Lazada Edukasi Konsumen tentang Modus Penipuan Jasa Kirim
Jakarta – Kebanyakan masyarakat masih rentan terhadap tipu daya daring, khususnya skema penipuan berupa jasa kirim atau kurir palsu yang memanfaatkan kelemahan psikologis saat menunggu paket. Dalam wawancara terbaru, Dr. Pratama Persadha, Ketua Penelitian Pusat Keamanan Sistem Komunikasi dan Informasi (CISSReC), menekankan bahwa kesadaran publik adalah pertahanan utama melawan tindakan penipuan ini.
“Masyarakat tidak boleh langsung terburu-buru mempercayai pesan terkait pengiriman. Verifikasi dulu melalui aplikasi resmi atau saluran yang terpercaya,” jelasnya dalam keterangan pers yang diterima pada Jumat.
Para pelaku penipuan sering kali memanfaatkan ketidaktahuan konsumen terhadap prosedur pengiriman. Mereka mengirimkan informasi yang tampak valid, seperti tautan pelacakan atau dokumen resi palsu, dengan nada mendesak untuk menipu. Hal ini menegaskan perlunya pendidikan masyarakat agar bisa mengenali situasi tidak wajar dan merespons secara bijak.
Strategi edukasi yang sederhana dan mudah dipahami menjadi penting untuk membentuk kebiasaan bertransaksi yang lebih aman. Lazada, sebagai platform belanja digital, menghadirkan kampanye SATSET sebagai langkah praktis dalam membantu konsumen menghindari ancaman penipuan.
Pola Kewaspadaan yang Dianjurkan
Langkah utama dalam kampanye ini adalah mengenali komunikasi yang mencurigakan. Waspadai permintaan data sensitif seperti KTP, kode OTP, atau informasi kartu kredit dari pihak yang mengaku sebagai kurir atau karyawan. Selain itu, identifikasi modus refund palsu yang sering terjadi, seperti meminta scan QRIS atau transfer ke rekening pribadi.
Konsumen juga diminta untuk tidak langsung memverifikasi status pesanan melalui chat WhatsApp atau SMS dari nomor tidak dikenal. Gunakan fitur Lacak Pesanan secara langsung di aplikasi resmi agar melihat kondisi pengiriman secara real-time. Jika ada tanda-tanda penipuan, segera tolak dan blokir nomor yang mencurigakan.
Lebih lanjut, hindari mengeklik tautan sembarangan atau mengunduh file tak dikenal, seperti format APK berpura-pura sebagai foto resi. Hal ini mencegah terjadinya penipuan melalui serangan phishing. Jangan menyetujui transaksi atau pembayaran di luar aplikasi Lazada, karena merupakan indikasi utama kecurangan.
Komitmen Lazada dalam Perlindungan Konsumen
Kampanye edukasi ini bertujuan memperkuat perlindungan pelanggan sekaligus menciptakan ekosistem belanja online yang lebih aman. Inisiatif Lazada mencerminkan komitmen untuk membangun kepercayaan jangka panjang terhadap layanan e-commerce di Indonesia.
“Kenyamanan dan keamanan pengguna adalah prioritas. SATSET kami desain untuk meningkatkan kesadaran serta memastikan mereka memanfaatkan fitur keamanan yang sudah ada,” ujar Intan Eugenia, Head of Customer Experience Lazada Indonesia.
Dengan langkah-langkah ini, Lazada berupaya memberdayakan konsumen agar lebih aktif dalam menjaga keamanan transaksi daring mereka sendiri.