Important Visit: Bank Jago integrasikan pemantauan portofolio dalam satu aplikasi
Bank Jago Perkenalkan Pemantauan Portofolio Investasi dalam Satu Tab Aplikasi
Jakarta – PT Bank Jago Tbk meluncurkan fitur terbaru yang memungkinkan pelanggan mengakses data portofolio investasi lintas platform dalam satu tab aplikasi. Integrasi ini berkat koneksi dengan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta ekosistem digital mitra. “Kami bertujuan mengkonsolidasikan berbagai portofolio agar pengguna dapat mengambil keputusan finansial dengan lebih percaya diri,” jelas Irene Santoso, kepala bisnis pembiayaan digital Bank Jago, dalam wawancara di Jakarta, Jumat.
Fitur Pemantauan Portofolio
Fungsi tersebut memungkinkan nasabah melihat seluruh investasi secara menyeluruh, asalkan telah memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago sebagai sarana penghubung. Integrasi ini memberikan gambaran 360 derajat tentang penempatan dana di platform seperti Bibit dan Stockbit, serta platform lainnya.
“Fitur ini hadir untuk meminimalkan kebingungan informasi aset dan memudahkan nasabah yang menggunakan beberapa aplikasi,” tutur Aprilia Safitri, Brand & Strategy Lead Bank Jago.
Kolaborasi dengan KSEI
Aprilia menambahkan bahwa kolaborasi dengan KSEI mendorong masyarakat, terutama investor pemula, untuk lebih aktif berinvestasi. Keberadaan fitur ini memberikan transparansi lengkap tentang penempatan dana di berbagai platform investasi. Bank Jago mencatat minat pengguna terhadap pasar saham meningkat, berdasarkan peningkatan jumlah pembukaan RDN yang melampaui dua kali lipat hingga akhir 2025.
Data Pengguna Aplikasi Jago
Per 31 Desember 2025, jumlah pengguna Aplikasi Jago yang terhubung dengan Bibit dan Stockbit naik 38,2 persen secara tahunan. Dari penyebaran investasi, reksa dana mendominasi dengan 44 persen, diikuti saham (42 persen) dan obligasi (14 persen).
Kantong sebagai Alat Pengelolaan Dana
Aplikasi Jago terus berkembang, tidak hanya untuk menabung dan transaksi. Sejak awal, fitur Kantong diperkenalkan untuk memisahkan uang ke berbagai tujuan. Pendekatan ini diinspirasi kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengatur dana menggunakan wadah seperti amplop atau penyimpanan sederhana.
Per Maret 2026, Bank Jago mencatat sekitar 43,2 juta Kantong telah digunakan oleh 15,2 juta pengguna. Rata-rata setiap pengguna memiliki tiga Kantong khusus. Kantong Pengeluaran paling banyak diminati, digunakan untuk kebutuhan harian seperti makan, belanja, dan pengeluaran rutin. Selain itu, fitur ini juga memudahkan pembayaran tagihan, pengelolaan dana bisnis, hingga alokasi untuk acara musiman seperti THR, Lebaran, dan kurban.