Facing Challenges: Georgia berupaya raih keanggotaan penuh UE meski hadapi tantangan

Georgia Berupaya Raih Keanggotaan Penuh UE Meski Hadapi Tantangan

Dalam Forum Diplomasi Antalya di Turki, Perdana Menteri Georgia Irakli Kobakhidze menyatakan keinginan kuat negara itu untuk bergabung sebagai anggota penuh Uni Eropa. Meski ada tantangan di dalam blok tersebut, pemerintah Georgia tetap berkomitmen pada tujuan tersebut.

“Kami sangat ingin menjadi bagian dari Uni Eropa… Namun, kami juga menyadari bahwa blok ini menghadapi berbagai tantangan signifikan dan fundamental,” ujarnya.

Kobakhidze menyoroti tiga aspek utama yang menjadi kekuatan UE, yaitu identitas, kemakmuran, nilai demokrasi, dan supremasi hukum. Ia menambahkan bahwa kini blok tersebut sedang menghadapi permasalahan di bidang-bidang tersebut.

“Kami merasa khawatir terhadap situasi ini, dan berharap kondisi akan berubah di Uni Eropa,” imbuhnya.

Menurut PM Georgia, dunia saat ini terlibat dalam ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata regional. “Peperangan yang berlangsung terus-menerus di sekitar kita membentuk lanskap global, dengan dampak yang luas pada perdagangan, energi, transportasi, dan stabilitas ekonomi,” jelasnya.

“Dalam konteks ini, solusi penting harus dicari untuk mengatasi berbagai isu yang muncul,” tambahnya.

Hubungan antara Georgia dan UE terganggu setelah parlemen negara Kaukasus itu menerbitkan undang-undang tentang agen asing pada Mei 2024. Pada November 2024, Kobakhidze mengumumkan penundaan pembukaan negosiasi aksesi UE hingga akhir 2028, yang memicu protes dari kelompok pro-Eropa dan seruan pemilihan parlemen dini.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *