Key Strategy: Ramai-Ramai Negara Arab Rugi Bandar, Boncos Rp 986 T

Ramai-Ramai Negara Arab Rugi Bandar, Boncos Rp 986 T

Kerusakan Infrastruktur di Wilayah Timur Tengah

Perang yang melibatkan Iran memicu kerugian besar di kawasan Timur Tengah. Total estimasi biaya perbaikan infrastruktur mencapai US$58 miliar, setara Rp986 triliun berdasarkan kurs Rp17.000 per dolar. Angka ini diungkapkan dalam laporan terbaru dari Rystad Energy. Dalam analisis mereka, kerusakan terparah dialami oleh sektor minyak dan gas, dengan kerugian mencapai US$50 miliar atau sekitar Rp850 triliun.

Sektor Minyak dan Gas Menjadi Korban Terbesar

Konflik yang melibatkan serangan AS-Israel dan respons Teheran dinilai memperburuk kerusakan fasilitas energi penting di wilayah tersebut. Meski pendanaan menjadi isu utama, Rystad Energy menekankan bahwa keterbatasan kapasitas global dalam menyediakan peralatan dan layanan teknik justru menjadi hambatan terbesar. Hal ini bisa menunda pemulihan hingga bertahun-tahun.

“Pekerjaan perbaikan tidak menciptakan kapasitas baru. Ini justru mengalihkan kapasitas yang sudah ada, yang berdampak pada penundaan proyek dan inflasi melebihi wilayah Timur Tengah,” kata Karan Satwani, analis senior Rystad Energy, seperti dilansir RT pada Jumat (17/4/2026). “Biaya US$58 miliar memang penting, tetapi efek domino pada jadwal investasi energi global bisa jadi lebih signifikan,” tambahnya.

Rencana Kompensasi Iran kepada Negara-Negara Arab

Iran berencana menuntut kompensasi dari lima negara Arab, yaitu Bahrain, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Duta Besar Iran di PBB, Amir Saeid Iravani, menyatakan bahwa negara-negara tersebut berperan sebagai “peserta bersama” dalam konflik dengan AS dan Israel.

Dampak Sipil yang Meluas

Kerusakan perang juga merambat ke sektor sipil. Palang Merah Iran mencatat 125.630 unit bangunan terdampak, termasuk sekitar 100.000 rumah tinggal. Beberapa di antaranya hancur total. Selain itu, 23.500 properti komersial rusak, serta 339 fasilitas medis, 32 universitas, 857 sekolah, dan 20 pusat Palang Merah tercatat dalam laporan.

Perbandingan Dampak Antarnegara

Waktu pemulihan bervariasi antar negara. Iran menjadi korban paling berat, dengan biaya kerusakan infrastruktur mencapai US$19 miliar atau sekitar Rp323 triliun. Sementara itu, Qatar mengalami kerusakan yang lebih terfokus, terutama di pusat produksi LNG Ras Laffan, yang bisa bertabrakan dengan proyek ekspansi yang sedang berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *