Main Agenda: BPBD Banyumas siaga hadapi potensi erupsi Gunung Slamet
BPBD Banyumas Siaga Hadapi Potensi Erupsi Gunung Slamet
Purwokerto – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah, meningkatkan persiapan menghadapi kemungkinan erupsi Gunung Slamet. Kenaikan suhu kawah dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian utama, sehingga tim BPBD terus mengawasi aktivitas vulkanik dan indikator lainnya. “Meskipun wilayah selatan Banyumas masih relatif aman, kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan siap mengambil tindakan jika diperlukan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Dwi Irawan Sukma, Senin.
Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet
Aktivitas Gunung Slamet sempat menurun, namun kini kembali mengalami peningkatan, termasuk dari sisi suhu kawah. PVMBG mengukur suhu kawah pada Sabtu (18/4) yang mencapai 478 derajat Celcius, naik dari 461 derajat Celcius sebelumnya setelah beberapa hari sebelumnya mengalami penurunan. Data ini menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan kondisi di September 2024, saat suhu sekitar 247,4 derajat Celcius.
“Kami akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait langkah-langkah yang harus dilakukan, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan,” kata Dwi Irawan.
BPBD bersama instansi terkait seperti Badan Geologi dan tim BPBD dari daerah sekitar Gunung Slamet, seperti Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, rencananya menggelar rapat koordinasi di Purwokerto pada Kamis (23/4). Mereka akan membahas strategi antisipasi dan memperkuat upaya mitigasi bila kondisi vulkanik terus memburuk.
Pemantauan Wilayah Rentan
Kepala Pelaksana BPBD menekankan bahwa area di Banyumas yang paling dekat dengan Gunung Slamet, seperti Kecamatan Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng, dan Cilongok, menjadi fokus pengawasan. Ia menambahkan bahwa wisata di Baturraden hingga kini masih dianggap aman karena jaraknya dari kawah puncak.
Di sisi lain, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak lengah. Dwi Irawan Sukma mengimbau agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta mematuhi instruksi pemerintah daerah dan instansi terkait. Masyarakat juga dianjurkan meningkatkan kesiapsiagaan mandiri, seperti memahami jalur evakuasi dan tindakan yang harus diambil saat darurat.
Sebelumnya, PVMBG memperluas batas aman di sekitar kawah Gunung Slamet pada 4 April 2026 dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer. Peningkatan aktivitas vulkanik sejak 19 Oktober 2023 berstatus Waspada (Level II) telah menunjukkan perubahan visual dan data instrumen, termasuk perluasan area anomali panas yang membentuk pola lingkaran di sekitar dinding kawah.