Kemenhaj: Kartu Nusuk Haji dibagikan lebih awal sebelum pemberangkatan

Kemenhaj: Distribusi Kartu Nusuk Haji Dilakukan Lebih Awal

Dari Makassar, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengungkapkan perubahan pengelolaan Kartu Nusuk Haji. Dokumen ini sebelumnya diberikan setelah jamaah tiba di Arab Saudi, namun kini dibagikan sebelum mereka berangkat. “Perbedaan antara tahun sebelumnya dengan tahun ini terletak pada waktu pembagian kartu. Tahun ini, kartu diberikan sebelum pemberangkatan, sedangkan tahun sebelumnya diberikan saat tiba di Jeddah,” jelasnya pada Senin.

Identitas Digital untuk Verifikasi Visa

Kartu Nusuk Haji, lanjut Ikbal, adalah identitas digital resmi dalam bentuk smart card. Dokumen ini dikeluarkan pemerintah Arab Saudi untuk memastikan keabsahan visa serta akses ke Makkah dan Muzdalifah. Kartu mencakup data pribadi, seperti nama, paspor, dan hotel, serta QR code atau chip yang digunakan petugas untuk memeriksa keaslian jamaah.

“Kartu ini harus dibawa selama ibadah haji karena berfungsi sebagai dokumen identitas bagi setiap jamaah calon haji,” tambahnya.

Persiapan Kloter untuk Ibadah Haji

Ikbal Ismail, yang juga menjabat sebagai Ketua PPIH Embarkasi Makassar, optimis penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan tertib. Jumlah kelompok terbang (kloter) yang dikelola Embarkasi Makassar mencapai 43 kloter, meliputi delapan provinsi, yaitu Sulsel, Sultra, Sulbar, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. “Total jamaah yang akan diberangkatkan mencapai 16.750 orang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *