New Policy: Gubernur Papua Tengah diminta pastikan Rusun ASN tak cacat desain
Gubernur Papua Tengah Diminta Pastikan Rusun ASN Tak Cacat Desain
Senin, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa diberi pesan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memastikan bahwa pembangunan Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, tidak memiliki kecacatan desain. “Jangan terima bangunan jika terdapat kecacatan desain, Pak. Ini adalah standar profesional yang harus dipenuhi,” kata Gibran kepada Meki saat meninjau langsung rusun tersebut di Kawasan Pemerintahan Provinsi Papua Tengah.
Pemeriksaan Unit Hunian
Dalam kunjungan ke lokasi, Gibran meninjau beberapa unit kamar dan fasilitas pendukung. Ia menyampaikan apresiasi terhadap progres yang telah dicapai, tetapi menekankan pentingnya perbaikan kekurangan sebelum masa serah terima resmi ke pemerintah daerah pada Juni 2027. “Pak Gubernur akan menempati rumah ini, jadi harus benar-benar memenuhi kriteria kualitas,” ujar Gibran.
Progres Pembangunan
Kepala Balai Perumahan Provinsi Papua Tengah, Meda Kilian, menjelaskan bahwa rusun tersebut terdiri dari dua menara dengan total 88 unit. Setiap menara menyediakan 44 unit, masing-masing terdiri dari dua kamar—kamar utama dan kamar anak—dengan dua kasur tingkat, serta ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan meja makan. Fasilitas tambahan seperti gudang, ruang panel, toilet umum, dan ruang janitor terletak di lantai satu, sementara lantai dua dan tiga masing-masing memiliki 16 unit hunian.
Kelayakan Fasilitas
Meda menyatakan bahwa seluruh unit telah dilengkapi perabot lengkap, mulai dari tempat tidur 160 cm, lemari dua dan satu pintu, hingga meja tamu, sofa, dan satu set kursi. “Semua unit rusun dalam kondisi ‘full furnish’ dan siap untuk dihuni,” tambahnya. Untuk meningkatkan aksesibilitas, lantai pertama diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
Kunjungan Rangkaian
Kunjungan Gibran ke Nabire merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja sebelum melanjutkan perjalanan ke Timika. Hadir dalam peninjauan tersebut Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Kepala BP3OKP Papua Tengah Petrus Waine, serta Bupati Nabire Mesak Magai.