Main Agenda: China Ngamuk Kapal Iran Disita, Langsung Sebut Ini Kepada Trump
China Serius Mengkritik Penyitaan Kapal Iran, Tuntut Perundingan dengan Trump
Pemerintah Tiongkok secara resmi menyampaikan reaksi terhadap tindakan militer Amerika Serikat yang mengambil alih kapal Iran, Touska, pada 20 April 2026. Beijing menekankan kebutuhan pemulihan dialog antara Iran dan AS setelah insiden tersebut memicu ketegangan. Dalam konferensi pers, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mengungkapkan kekhawatiran negara itu atas kebijakan AS yang dianggap mengganggu kebebasan navigasi kapal.
Menurut laporan BBC News, Tiongkok menegaskan bahwa tindakan penyitaan kapal oleh pasukan AS adalah bentuk intervensi yang mengancam stabilitas global. Pernyataan ini muncul setelah Beijing sebelumnya memprotes blokade militer AS terhadap pelabuhan Iran. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menilai langkah tersebut tidak hanya tidak bertanggung jawab, tetapi juga berpotensi memperburuk krisis energi di wilayah tersebut.
“Kita mengkhawatirkan cara pencegatan paksa yang dilakukan AS terhadap kapal Iran,” kata Guo Jiakun dalam konferensi pers Senin (20/4/2026).
China, sebagai pembeli utama minyak Iran, menyerap sekitar 90% dari total ekspor energi negara itu. Analis memperkirakan bahwa blokade AS bertujuan menekan Tiongkok agar ikut mengurangi pasokan minyak ke Teheran. Di sisi lain, upaya diplomasi regional di Islamabad, Pakistan, dinilai terancam karena Iran memutuskan tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Ketidakhadiran Iran di Islamabad menghambat diskusi stabilitas kawasan secara keseluruhan. Hal ini memperparah ketegangan internasional, terutama dengan ancaman blokade AS yang langsung memengaruhi pasokan energi ke Tiongkok. Beijing menegaskan komitmen untuk menjaga keseimbangan ekonomi global sambil menekan tindakan represif AS.