Announced: Survei: Tingkat membaca di China naik
Survei: Tingkat Membaca di China Naik
Dalam upaya memperkuat kebiasaan membaca, hasil survei nasional menunjukkan bahwa tingkat partisipasi bacaan umum di kalangan orang dewasa China mencapai 82,3 persen pada tahun 2025. Angka ini naik 0,2 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya, menegaskan komitmen negara dalam mendorong budaya literasi.
Survei yang dirilis pada Senin (20/4) disampaikan di Konferensi Nasional tentang Membaca kelima yang diadakan di Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok Timur. Temuan utama menunjukkan bahwa rata-rata setiap individu membaca 8,39 eksemplar buku, baik cetak maupun elektronik (e-book), pada 2025. Jumlah total karya bacaan digital pun melebihi 70 juta judul.
Perkembangan ini didukung oleh peningkatan partisipasi dalam bentuk bacaan digital, di mana 80,8 persen orang dewasa mencatatkan kegiatan membaca secara elektronik. Buku audio dan ulasan dalam video juga mendapat perhatian lebih, masing-masing meningkat dari 38,5 persen dan 5,7 persen pada 2024 menjadi 38,7 persen dan 6,3 persen pada 2025.
Pasar bacaan digital di Tiongkok mengalami pertumbuhan signifikan. Dalam lima tahun terakhir, nilai pasar tersebut naik hampir dua kali lipat, dari 30,25 miliar yuan menjadi 59,48 miliar yuan. Meski demikian, buku fisik tetap diminati, dengan 45,9 persen orang dewasa lebih memilih format cetak daripada digital.
Konten yang paling diminati adalah sastra, mencerminkan bahwa kebutuhan masyarakat akan pemikiran mendalam dan penanaman nilai-nilai spiritual tidak berkurang meski kemudahan bacaan digital semakin terjangkau.
“Di era digital, membaca mendalam tetap menjadi fondasi untuk pertumbuhan pribadi, kesuksesan karier, serta pembentukan moral. Kami menyerukan peningkatan bimbingan dalam membaca digital dan upaya memupuk kebiasaan membaca yang konsisten,” kata Wu Shulin, Ketua Asosiasi Penerbit Tiongkok.